SUDUTBERITA.com – Kutai Barat Kaltim – Mahyudin anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat, Komisi III dari Fraksi PDIP mengadakan kegiatan reses di Kampung Dilang Puti masa Sidang III Tahun 2019, tanggal 13 s/d 18 Nopember 2019.

Pria kelahiran Tanjung Isuy 50 tahun lalu yang berdomisi di Dilang Puti ini terpilih menjadi anggota DPRD saat pemilihan pemilu Legislatif dari Daerah pemilihan (Dapil) III Kutai Barat saat pemilu serentak (pilpres dan pileg) 2019 silam.

Saat ditemui dirumahnya di kampung Dilang Puti Kecamatan Bentian besar (13 Nopember 2019), ia menuturkan tidak hanya sekedar pulang kampung (mudik), tetapi sedang mengadakan reses guna menjaring Aspirasi masyarakat.

“Saya memang sedang pulang kampung (Mudik), tapi sekaligus mengadakan reses guna menjaring aspirasi dari masyarakat pemilih saya saat pemilu serentak Pilpres dan Pileg 2019 lalu, “tutur Eman suami dari Salinah (sapaan akrab Mahyudin).

“Saya tidak mau hanya mengumpulkan data dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang) tiap kampung di Kecamatan Bentian Besar. Tapi harus bertatap muka langsung untuk melihat dan mendengar keluhan dan masukan serta usulan dari masyarakat.” lanjut pria berwajah serius dan tegas tapi ramah.

Eman menyampaikan ada banyak permasalahan dan usulan program masyarakat terdahulu yang belum terwujudkan.

“Ada banyak sisa permasalahan dan usulan program masyarakat sebelumnya (sebelum dia terpilih menjadi anggota DPRD) yang perlu terus dikawal sehingga bisa terealisir.”

“Selanjutnya sekarang, saat saya mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas sebagai anggota Dewan harus lebih pro aktif kepada masyarakat, mengingat daerah Dapil 3 khususnya di Kecamatan Bentian Besar ini banyak permasalahan berkaitan dengan hadirnya Perusahaan Tambang maupun Kelapa Sawit.
Diantaranya ganti rugi lahan dan lakalantas akibat penggunaan jalan umum oleh truk-truk pengangkut dari hasil kebun perusahaan.” jelas Mahyudin yang memperoleh suara 1.313 suara saat pileg di Dapil III.

“Dalam reses ini juga dimaksudkan untuk menampung dan mengawal usulan program dari berbagai bidang, misalnya masalah Pendidikan, Kesehatan, Pertanian dan Perkebunan (penghasilan utama masyarakat adalah dari pertanian dan perkebunan).

Juga usulan-usulan untuk pembangunan infrasruktur sarana Jalan, Penerangan dan Air bersih dan lainnya,” Eman nenanbahkan.
“Tugas saya adalah mendengar dan menampung, membawa aspirasi masyarakat serta membahasnya di kantor Dewan. Kemudian mengusulkan ke Pemerintah, selanjutnya mengawal dan mendampinginya sehingga semua bisa terealisasi dengan baik. Perlu ditekankan Bentian Besar adalah daerah yang sudah merdeka tetapi masih tertinggal. Jadi perlu mendapat prioritas” pungkasnya.(Paul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *