SUDUTBERITA.com – Kutai Barat – Kalimantan Timur.

Hari pertama kerja diawal tahun 2020, Mahyudin anggota DPRD Kutai Barat dari fraksi PDIP telah mulai melakukan kegiatan dalam memperjuangan kepentingan masyarakat.

Ia terlihat mendatangi  Kantor  Unit Layanan Pelanggan (ULP) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Melak, Kabupaten Kutai Barat. Kamis, 02/01/2020. sekira pukul 10.00 Wita.

Ditemui media SUDUTBERITA.com di halaman parkir Kantor ULP-PLN Melak, ia menjelaskan maksud kedatangannya untuk memperjuangkan Aspirasi masyarakat Kampung Dilang Puti, Kecamatan Bentian Besar.

“Saya datang guna bertemu Kepala PLN Melak untuk memperjuangkan keinginan masyarakat Dilang Puti mengenai layanan Listrik,” jelas Eman sapaan akrab Mahyudin.

Kepada Aziz Asyari Kepala Unit Layanan PLN Melak, yang didampingi Devi Anantanur (supervisor pembangkit) wilayah Kubar Mahulu.

Mahyudin menyampaikan maksud kedatangannya.

“Saya datang lagi menemui Bapak untuk menanyakan, sudah sejauh mana tanggapan PLN terhadap berkas permohonan masyarakat Dilang Putih.” tutur Politisi dari Fraksi PDIP Kubar.

(Saat kedatangan pertama ke Kantor PLN Melak, Mahyudin menyerahkan Surat permohonan yang didalamnya dilampirkan juga Surat Rekomendasi dari Camat Bentian Besar dan Surat Rekomendasi dari Bupati Kutai Barat.)

“Supaya PLN menanggapi dengan serius masalah ini, sudah 20 tahun lebih masyarakat Dilang putih sangat minim mendapatkan layanan Listrik. Kami masih belum merdeka dalam banyak hal, termasuk dalam hal listrik,” tegas Eman.

Menjawab pertanyaan Mahyudin, Aziz menerangkan; 

“Berhubungan dengan masalah tersebut, kami disini tidak bisa membuat keputusan. Bahkan Kantor di Balikpapan juga tidak bisa. Untuk penambahan jam menyala, penambahan tenaga kerja serta penambahan bahan bakar minyak untuk operasional mesin, semuanya diputuskan Pimpinan di kantor Pusat Jakarta,” terang Aziz.

dan sambungnya;

“Kami disini hanya punya tugas untuk bekerja dan melihat kebutuhan serta permasalahan dilapangan. Kemudian melaporkannya. Kami hanya bisa mengajukan usulan-usulan.”

Mendapat penjelasan dari Kepala ULP-PLN Melak, Mahyudin tetap semangat.

“Saya akan terus memperjuangkan hal ini sampai ke kantor PLN di Balikpapan, bahkan sampai ke kantor Pusat di Jakarta,” tegas Mahyudin.

Bahran masyarakat Dilang Putih, saat dihubungi melalui sambungan seluler oleh media ini menyatakan;

“Kami Daerah yang secara besar-besaran di ekploitasi hasil kayu,  tambang, dan sekarang banyak perkebunan Sawit, tetapi kami belum bisa menikmati penerangan Listrik dan fasilitas umum lainnya dengan baik.

Sudah 20-an tahun hanya menikmati listrik 6 jam sehari dari pukul 18.0 – 00.00 Wita (jam 6 sore sampai jam 12 malam). Itupun nyalanya sangat redup.” (Paul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *