SUDUTBERITA.com – KUTAI BARAT (Kaltim) | Momen unik terjadi dalam pelaksanaan tes CPNS Kutai Barat, Jumat 1/10/21.

Sejumlah peserta tertangkap kamera tengah tertidur lelap di ruang tunggu CPNS di SMKN 1 Sendawar, Jln. Lalang Besar kelurahan Melak Ulu kecamatan Melak kabupaten Kutai Barat.

Para peserta ini tertidur bukan karena mimpi indah lolos jadi pegawai negeri sipil, namun karena lapar dan kelelahan menunggu jaringan internet yang tak kunjung normal.

Foto : Beberapa Peserta tes CPNS tertidur menunggu waktu yang tak pasti kapan internet normal kembali

“Terus terang juga kalau ini dipaksakan untuk ikut tes hari ini ya kita pada loyo semua ini. Teman-teman lain semua pada loyo juga. Tidak konsen mungkin perut lapar lah atau gimana kita ndak tahu, ngantuk juga ya mengganggu konsentrasi lah ketika kita mengerjakan soal-soal itu,”sebut Beni Fernandez saat ditemui media ini di lokasi Computer Asisted Rest (CAT) Jumat siang.

BACA JUGA : Perebutkan 201 Formasi, 1.687 Peserta Bersaing Ikuti Tes CAT SKD di Kutai Barat

Foto : Beni Firnandes peserta tes CPNS

Ia mengaku para peserta yang mengikuti test sesi pertama hari ketiga itu sudah datang sejak pukul 06.00 pagi, namun jaringan internet belum normal maka mereka diminta menunggu tanpa kepastian.

“Sebenarnya kalau dihitung-hitung sih jam 6 lewat dikit lah, karena bilang temen-temen yang sudah terdahulu ikut itu 6.30 harus sudah ada di sini. Jadi kita menghindari dari pada keterlambatan ya sudah jadi setengah 7 sudah di sini,”ungkap Beni Fernandes peserta tes asal Barong Tongkok.

Ia dan peserta lainnya diminta menunggu saja dalam ketidakpastian sampai kapan sehingga banyak peserta yang kehilangan konsentrasi akibat kelelahan dan lapar. 
Kondisi itu sangat merugikan para peserta tes.
Dia menilai PT Telkom gagal menyediakan fasilitas internet bagi peserta CPNS, padahal di daerah lain relatif normal.

“Kejadian kayak gini menurut saya lucu aja. Kenapa kok hanya di Kutai Barat aja yang penyelenggaraannya itu harus terganggu atau terhambat gara-gara jaringan aja gitu nah. Tadi ada pengarahan dari panitia hanya untuk menunggu aja. Nah kami bingungnya menunggu sampai kapan soalnya dari tadi pagi,”terangnya.

“Kalau saya pribadi sih minta, ini kan acara yang digelar oleh negara. Ibaratnya menyangkut juga orang banyak, terus juga nasibnya kedepan kaya apa. Paling tidak adalah kerjasama yang baik antara pemerintah ataupun instansi-instansi yang lain gitu,”pinta pria bertitel Sarjana Hukum itu.

Wajah lelah juga nampak pada seorang ibu hamil 9 bulan yang tengah duduk dilantai. Sebut saja namanya Melda, juga mengeluhkan ketidakpastian waktu pelaksanaan tes, namun terpaksa tetap berada di tempat karena diminta menunggu oleh panitia.  

“Tadi nyampaikan gitu aja sih, disuruh nunggu aja. Ya lumayan sih apalagi dengan kondisi saat ini capek-capek panas juga kan. Apalgi sedang mengandung. Ini  9 bulan,”ungkapnya sambil mengelus perut buncitnya.

Sedangkan Rufina Reni peserta asal kecamatan Mook Manaar Bulatn Kutai Barat mengaku memahami kondisi yang ada diluar keinginan bersama, namun ia beserta para peserta memang dipusingkan dengan surat kesehatan atau rapid antigen. Sebab surat rapid hanya berlaku 1×24 jam. Sementara waktu tes ditunda tanpa kejelasan.

“Karena kita menggunakan rapid itu berbiaya dan hanya berlaku 24 jam. Artinya kita berharap bahwa tidak ada penundaan untuk hari selanjutnya. Sekarang ini rapid antigen masih mandiri dengan biaya sendiri, ongkos kita ke sini juga kita berbiaya.
Kalau saya nginap ya lumayanlah di tempat keluarga. Kasihan teman-teman yang jauh,”ujar Rufina mencoba memahami keadaan.

Diberitakan sebelumnya pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Kutai Barat kacau balau gegara jaringan internet macet sejak Kamis sore 30 September hingga Jumat (1/10/2021) sore.

Kondisi itu dimulai sejak sesi keenam tes Computer Assisted Test (CAT) hari kedua Kamis sore sekitar pukul 13.00 wita.
Saat itu ada 108 peserta yang sudah bersiap-siap memasuki ruang tes CAT, guna mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2021. Namun tiba-tiba jaringan internet hilang.
Mereka harus menunggu hingga pukul 21.00 wita di lokasi tes yang berpusat di SMKN 1 Sendawar kelurahan Melak Ulu kecamatan Melak.
Hingga peserta dibubarkan, jaringan internet tak kunjung normal.

Foto : Nopandel, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BPPD) Kabupaten Kutai Barat

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BPPD) Kabupaten Kutai Barat Nopandel saat dimintai keterangan oleh SUDUTBERITA.com, membenarkan jika jaringan internet terganggu akibat adanya penggalian di kecamatan Muara Lawa. Ia mendapatkan
Informasi langsung oleh manajemen PT Telkom area Melak kepada panitia seleksi CPNS Kutai Barat. 

“Menurut informasi ternyata ada dua titik yang mengalami kerusakan dikarenakan ada pekerjaan penggalian tiang listrik yang menggunakan bor itu, dan mengenai kabel atau fiber optik di Payang (Kecamatan Muara Lawa) dan di Muara Pahu,”ungkap Nopandel usai memberikan pengarahan kepada peserta sebelum dipulangkan dari lokasi tes SMKN 1 Sendawar, Kamis (30/9/2021) malam.

BACA JUGA : Mengecewakan….!!! Jaringan Internet Putus, Tes CPNS Kubar 3 Sesi Batal Dilaksanakan

Nopandel mengatakan pihaknya dari jauh-jauh hari sudah bersurat ke pihak Telkom, PLN maupun dinas PUPR yang memiliki pekerjaan konstruksi di jalur kabel optic, agar pekerjaan yang beresiko menggangu jaringan internet diwaspadai.
Dan disayangkan kejadian putus kabel akibat penggalian itu lagi-lagi terjadi saat kegiatan tes CPNS yang merupakan program nasional.

“Kita sudah bersurat supaya mengetahui bahwa tanggal 29 sampai dengan tanggal 7 Oktober ada kegiatan ini sehingga pekerjaan yang bersifat bisa mengganggu jaringan lebih diwaspadai. Ternyata itu terjadi,”ungkapnya kecewa.

Akibat penundaan tes itu panitia memutuskan akan menjadwal ulang pada sesi ke-9 hari ketiga, Jumat 1 Oktober.
Namun akhirnya juga batal karena jaringan internet ternyata tak kunjung normal.

Akhirnya Kepala Unit Bisnis PT Telkom Melak Muhammad Rifki diminta oleh panitia untuk mengklarifikasi soal terputusnya koneksi internet fiber optik di wilayah Kutai Barat hingga menggangu pelaksanaan CPNS.
Ia mengaku dalam tiga hari jaringan telkom mengalami gangguan akibat kabel serat optik putus di wilayah kecamatan Muara Lawa. Proses perbaikan terus dilakukan, namun kondisi lapangan memang cukup sulit dikarenakan lokasi kabel putus berada ditengah rawa-rawa.

 

Foto : Kepala Unit Bisnis PT Telkom Melak Muhammad Rifki (kiri)

”Kondisi di lapangan ternyata sedikit unik jadi titik putusnya agak  sulit diperbaiki berada di rawa. Infonya itu titik putusnya ada di Muara Lawa. Saya juga ini baru pulang dari lapangan,”ungkap Rifki dihadapan ratusan peserta CPNS di SMKN 1 Sendawar Jumat pagi.

Dia memohon maaf atas gangguan internet yang mengakibatkan seleksi CPNS di Kutai Barat menjadi kacau berantakan.

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya, kepada peserta CPNS yang mungkin sedikit terhambat dan terganggu dalam mengikuti program seleksi CPNS daerah. Untuk sekarang saya dan rekan-rekan teknisi sedang memikirkan untuk solusi tercepat. Mungkin akan menggunakan link back up radio jadi nanti teman-teman tetap bisa mengikuti tes CPNS hari ini,”kata dia. 
(Red-SB/PSB)
    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *