SUDUTBERITA.com – KUTAI BARAT (Kaltim) | Ribuan peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil CPNS) di Kutai Barat yang dilaksanakan sejak Rabu (29/9/21) di SMKN 1 Sendawar Jln. Lalang Besar kelurahan Melak Ulu kecamatan Melak kabupaten Kutai Barat.

Menurut catatan BKN, jumlah peserta yang mengikuti tes (Computer Assisted Test (CAT) SKD di Kutai Barat sebanyak 1687 orang.
Tes akan dilaksanakan tiga sesi dalam sehari, atau sekitar 320 orang per hari.
Sementara pelaksanaannya dibagi dalam tiga ruangan. Di setiap ruangan masing-masing akan diisi 36 orang.

Sedangkan untuk waktu pelaksanaannya dimulai dari tanggal 29 September sampai 4 Oktober mendatang.

Di tempat yang sama juga akan dilaksanakan tes CAT SKD bagi peserta dari Kabupaten Mahakam Ulu yang akan digelar mulai 4-6 Oktober 2021, serta tes bagi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Foto : Suto Harsoyo koordinator pelaksanaan tes Computer Assisted Test (CAT) SKD dari Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara (BKN)

“Tanggal 4 dan 6 dilanjutkan dengan Mahulu. Itu pelamar umumnya 599. Setelah selesai Tes CAT Kutai Barat dan Mahakam Ulu, dilanjutkan dengan pelamar P3K, ini non guru sebanyak 61 orang nanti dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober,”sebut Suto Harsoyo, koordinator pelaksanaan tes Computer Assisted Test (CAT) SKD dari Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara (BKN), Suto Harsoyo kepada wartawan di lokasi Test, Rabu (29/9/2021) pagi.

“Ini pelaksanaannya dengan metode CAT jadi full online. Jadi nembak langsung ke Jakarta karena pembuat servernya itu di Jakarta,”lanjutnya.

Untuk sesi pertama dimulai sekitar pukul 08.00 wita berjalan lancar, namun saat sesi kedua sekitar pukul 10.00 wita, tiba-tiba jaringan internet mengalami lost connection selama kurang lebih sekitar satu jam.

BACA JUGA : Perebutkan 201 Formasi, 1.687 Peserta Bersaing Ikuti Tes CAT SKD di Kutai Barat

Akibatnya panitia memutuskan mematikan komputer peserta pada salah satu ruangan, dan baru dilanjutkan satu jam kemudian.

“Kendala-kendala yang kita hadapi itu masalah jaringan sering putus. Sehingga satu ruangan itu tadi putus hampir satu jam. Sehingga ngga bisa ngangkat semua 30-an leptop. Laptopnya dimatikan,”jelas Harsoyo.

Meski ada gangguan ia menjelaskan peserta tetap bisa melanjutkan tes. Meskipun terjadi gangguan, penghitungan waktu secara otomatis tidak berjalan tidak dihitung karena komputernya dimatikan. Sedangkan durasi tes selama 100 menit per sesi.

“Misalnya pada saat mati itupun ngga akan mengurangi waktu. Nanti pada saat hidup lagi sejak saat itu mulai berjalan,”ujarnya.

Selain gangguan internet, Harsoyo menuturkan pihaknya juga mengalami kendala untuk mengatur peserta yang salah masuk sesi.

“Yang kedua kendalanya itu terkadang pelamar ini ngga lihat sesinya. Ada yang masuk di sesi satu sehingga terjadi kendala pada waktu membuat PIN. Jadi sebetulnya dia di sesi dua tapi masuk di sesi satu. Tadi ada dua orang yang begitu,”ujar Suto Harsoyo.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Sendawar tempat dilaksanakan SKD,  M.Noor Tazeli saat ditemui awak media mengatakan sekolah yang dipimpinnya memang selalu digunakan sebagai tempat pelaksanaan test online maupun semi online.
Ia mengaku baik ruangan, komputer, listrik maupun internet sudah memenuhi standar.

Foto : Kepala SMKN 1 Sendawar, M.Noor Tazeli

“Unit komputer yang dimiliki standar i3 yang rata-rata ditas itu kurang lebih 160 unit. Cuma yang digunakan hari ini karena hanya ada 3 sesi yang digunakan itu kurang lebih ada 130-an. Masih ada 20 untuk cadangan. Kalau listrik kapasitas yang kita miliki kurang lebih 30.000 watt,”ungkap Noor Tazeli atau akrab disapa Jali.

Menurut catatan BKN, jumlah peserta yang mengikuti tes CAT SKD di Kutai Barat sebanyak 1687 orang.

Untuk pelaksanaan dibagi dalam tiga ruangan. Di setiap ruangan akan diisi 36 orang dan dilaksanakan tiga sesi dalam sehari, atau sekitar 320 orang per hari.
Dimulai dari tanggal 29 September sampai 4 Oktober mendatang.

Selain wilayah Kubar, di lokasi yang sama juga akan dilaksanakan tes CAT SKD bagi peserta dari Kabupaten Mahakam Ulu yang rencananya akan digelar mulai 4-6 Oktober 2021, serta tes bagi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Tanggal 4 dan 6 dilanjutkan dengan Mahulu. Itu pelamar umumnya 599. Setelah selesai Tes CAT Kutai Barat dan Mahakam Ulu, dilanjutkan dengan pelamar P3K, ini non guru sebanyak 61 orang nanti dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober,” sebut Harsoyo.

“Ini pelaksanaannya dengan metode CAT jadi full online. Jadi nembak langsung ke Jakarta karena pembuat servernya itu di Jakarta,” pungkasnya.

Kepala SMKN 1 Sendawar M.Noor Tazeli mengatakan sekolah yang dipimpinnya memang selalu digunakan sebagai tempat pelaksanaan test online maupun semi online.
Sebab baik ruangan, komputer, listrik maupun internet sudah memenuhi standar.

“Unit komputer yang dimiliki standar i3 yang rata-rata ditas itu kurang lebih 160 unit. Cuma yang digunakan hari ini karena hanya ada 3 sesi yang digunakan itu kurang lebih ada 130-an. Masih ada 20 untuk cadangan. Kalau listrik kapasitas yang kita miliki kurang lebih 30.000 watt,” ungkap Noor Tazeli atau akrab disapa Jali.

Jali menyebut untuk fasilitas internet sebenarnya sudah ada penambahan bandwitch hingga 300 Mbps. Hanya saja memang untuk wilayah Kubar sering lost dalam beberapa minggu terakhir.
“Untuk kapasitas internet untuk sekolah kami dalam proses penggelaran pelaksanaan UNBK maupun proses pelaksanaan P3K kemarin itu 130 Mbps itu sangat mencukupi. Karena dia pelaksanaannya secara semi online, tetapi pengadaan CPNS tahun 2021 ini BKN menghendaki dilaksanakan secara online. Makanya kapasitas internet kami
 terbatas yang 130 Mbps. Minimla yang dikehendaki adalah 200 Mbps,” paparnya.

“Nah oleh sebab itu saya bekerja sama dengan pihak Telkom, BKN bekerja sama dengan BKD Kutai Barat dan Mahakam Ulu mencoba untuk melobi pihak Telkom untuk menambah kapasitas bandwidth internet. Sehingga hari ini kapasitas band witch internet yang dimiliki oleh sekolah ini untuk sementara waktu itu 300 mbps selama pelaksanaan. Karena setelah pelaksanaan itu dikembalikan pada posisi normal dengan kapasitas kemampuan sekolah untuk membayar sesuai dengan apa yang tertera di DPA kita,” terang Jali.

Dia menambahkan terganggunya koneksi internet sudah diluar kendali penyedia tempat tes. Soal peserta yang gagal menyelesaikan tes akibat gangguan menurutnya adalah kewenangan BKN.

“Kalau dia semi on line kita punya opsi misalkan menggunakan modem kartu. Tetapi kalau seandainya hari ini terjadi dawn putus kabel atau gagguan secara nasional, kalau dia full on line, tidak ada cara lain pasti gagal.
Pengambil kebijakan hanya BKN, apakah yang gagal itu dilakukan ujian ulang atau tidak itu ranahnya BKN,” tukas Noor.

Kemudian untuk ruangan yang digunakan menurut Noor Tazeli ada 4 yang disiapkan. Masing-masing tiga ruangan untuk tes, dan satu ruang khusus untuk peserta yang terpapar covid-19 atau suhu tubuh diatas 37 derajat.
Selain itu pihaknya juga menyediakan dua ruang panitia, ruang steril peserta sebelum test serta ruang pemeriksaan depan kantor sekolah.

Secara terpisah saat ditemui media ini seusi menhikuti tes beberapa peserta membagikan cerita saat menjalani SKD hari pertama.
Peserta yang ikut tes pada Formasi analisis pemberdayaan masyarakat, Agustina Rusanti mengaku.

“Suasana waktu tes tadi menegangkan. Soal-soalnya itu seperti biasa aja, cuma yang saya pelajari itu tidak semuanya keluar jadi banyak soal yang baru-baru. Lumayan sangat sulit. Kalau jaringan internet bagus aja,”jelas nya.

“Harapan saya semoga saya lulus. Semoga nilai saya lebih tinggi dari yang lain. Kalau dari sisi nilai saya memang lulus tapi nda tahu kalau teman-teman yang lain kalau ada yang lebih tinggi,” lanjut Wanita yang bekerja sebagai tenaga kontrak pada dinas perhubungan kabupaten Kutai Barat itu mengaku baru pertama kali ikut tes CPNS berharap.
Ia harus bersaing dengan peserta lain untuk mengisi satu formasi yang dibutuhkan.

“Saya ikut di bidang Kesehatan Apoteker sekitar 20 lebih (peserta) mungkin di Kutai Barat. Dari hasil formasi ini yang saya lihat itu ada tiga lokasi. Ada di rumah sakit HIS, Puskesmas Dilang Putih sama di Damai. Kebetulan saya ngambil di Rumah sakit HIS,”aku Sukron Atmaja, peserta asal kecamatan Long Iram Kabupaten Kutai Barat.

Ia mengaku sudah tidak lagi bekerja selama 4 bulan setelah berhenti kerja dari perusahaan sekitar 4 bulan lalu, dan kini ia ikut mengadu peruntungan dalam tes CPNS tersebut.

“Begitu dengar bakal ada pengumuman pendaftaran CPNS langsung di situ mulai persiapannya dari penyiapan berkas-berkas dulu. Setelah pengumuman administrasi lulus di situ saya memperdalam untuk SKD. Harapannya semoga untuk kedepannya nanti standar untuk tes SKD nya bisa lebih baik lagi,”imbuhnya.

BACA JUGA : Tak Tahan Menunggu Jaringan Internet, Peserta CPNS di Kubar Terlelap Dibuai Mimpi Siang Bolong

Foto : Agustina Rusanti (kiri), Sukron Atmaja (kanan atas), Ulfa Nilda Panggulungan (kanan bawah)

Hal menarik lainnya adalah perjuangan yang harus dihadapi Ulfa Nilda Panggulungan, peserta tes di formasi terampil bidan. 
Dia harus pergi ke Kutai Barat karena ia bedomisili di Tenggarong Kutai Kartanegara. Dia mengaku tegang saat masuk ruangan test.

“Tegang bangat lah rasanya. Masuk di ruangan itu rasanya aduh (tegang),”katanya.

Wanita muda yang berprofesi sebagai bidan itu mempersiapkan diri sekitar dua bulan. Memang menurutnya tingkat kesulitan soal menurut dia relatif mudah. Namun demikian dia harus bersaing dengan 200 peserta di formasi yang sama, sedangkan yang dibutuhkan hanya 40 orang.

“Kalau nilai standarnya 311 saya dapat 351 (ambang batas atau passing grade). Dia atas Ambang batas,”sebutnya.

“Kalau keseluruhan untuk terampil bidan ini ada kurang lebih 200 bidan, cuma yang diambil 40. Tapi nanti terbagi lagi daerah-daerah tertentunya. Masih ada peluang semogalah,”tambah Ulfa.

Ulfa terpaksa ikut tes di Kutai Barat. Sebab di kabupaten Kukar tidak ada formasi sesuai latar belakang pendidikannya. 

“Kalau saya dari Tenggarong Seberang, karena kan ada kuotanya di sini, di Kukar kan nggak ada untuk bidan jadi ngambil di Kubar.Harapannya semoga step by stepnya ya lulus. Untuk tes-tes selanjutnya,”kata dia. (Red-SB/PSB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *