SUDUTBERITA.com – Kutai Barat (KALTIM) | Dengan berlinang air mata Bupati Kutai Barat FX Yapan melepas Alviano Dava Raharja (Vino) untuk diserahkan kepada pihak keluarganya dan selanjutnya akan dibawa pulang ke Sragen Jawa Tengah. 

Dalam sambutannya Bupati meminta maaf belum bisa berbuat secara maksimal karena wabah Covid-19 yang sedang melanda Kabupaten Kutai Barat.

“Kami mohon maaf atas kekurangan-kekurangan karena memang Kutai Barat saat ini dalam keadaan darurat covid-19.” ucap Bupati Yapan saat memberi sambutan pelepasan Vino di Lobby Kantor Bupati Kutai Barat, Minggu 01/08/21

Merasa berat atas kepergian Vino panggilan akrab Alviano Dava Raharjo, Bupati Yapan menawarkan kesempatan apabila bocah 9 tahun itu ingin tinggal di Kutai Barat.

“Seandainya ananda Vino ini mau tinggal di Kutai Barat atau seandainya lulus kembali ke Kutai Barat, kita siap,” katanya.

BACA JUGA:
Duka Alviano, Bocah 9 Tahun Ditinggal Mati Kedua Orang Tuanya Terpapar Covid-19

Sebelumnya diberitakan media ini, Alviano Dava Raharjo alias Vino kini hidup sebatang kara usai ditinggal kedua orang tuanya. Ibunya Lina Safitri (31) meninggal tanggal 19 Juli 2021. Sehari kemudian tanggal 20 Juli ayahnya, Kino Raharjo (30) juga meninggal karena terpapar virus covid-19.
Bahkan peristiwa naas tersebut menyebabkan keseharian Vino tinggal seorang diri dalam rumah orang tuanya karena harus menjalani isolasi mandiri hingga Senin, 26 Juli 2021.

Kejadian tersebut menjadi viral  atas pemberitaan media, baik media sosial, media online maupun media elektronik lokal dan nasional sehingga mengundang simpati dan bantuan barang maupun uang dari berbagai pihak.
Bahkan Presiden Jokowi ikut memberikan sebuah sepeda dan uang yang langsung ditransfer ke rekening Vino.

BACA JUGA:
Sepeda Dari Presiden Jokowi Untuk Vino, Bocah Yatim Piatu Ditinggal Kedua Orang Tuanya Karena Covid-19

Sesaat setelah mendengar kejadian yang menimpa Vino.
FX. Yapan juga menyebut langsung perintahkan para Kadis untuk lakukan pendampingan.

“Begitu saya dengar berita ini saya perintahkan kepala Dinas Kesehatan, kepala Dinas Sosial dan juga Pendidikan segera evaluasi supaya jangan sampai, walaupun secara fisiknya sudah baik tetapi secara psikologisnya kita harus jaga. Jangan sampai dia terbeban,” ujar Yapan.

Bahkan dinyatakannya, setelah kejadian itu istri Bupati langsung membuatkan rekening bank untuk Vino.

“Istri saya hari itu, begitu kejadian langsung coba buka rekening atas nama Vino. Cuma saya tidak tahu jumlah sampai sekarang berapa. Saya ucapkan terima kasih kepada para donatur yang membantu ananda Vino,” ucapnya

Sementara kepada Yatin, kakek Vino yang kedatangannya di Kutai Barat didampingi oleh Januri petugas satuan bhakti pekerja sosial perlindungan anak Dinas Sosial Kabupaten Sragen, Bupati berpesan agar terus menjalin komunikasi untuk masa depan Vino.

“Saya tidak bisa banyak menyampaikan sesuatu, tapi harapan saya yang pertama kami menitipkan Vino sama Mbah (Yatin, kakek Vino) dan kita selalu komunikasi,” tambah Yapan.

“Saya juga kasih tahu sama dinas pendidikan bagaimana sekolah kepindahannya. Ya jangan sampai di sana nanti Vino tidak sekolah. 
Saya minta nanti dinas sosial selalu komunikasi dengan Sragen kita kerjasama yang baik,” lanjut orang nomer satu di Kutai Barat.

Baca juga:
Bupati Kutai Barat Janji Berikan Beasiswa Kepada Vino Yatim Piatu Korban Covid-19Korban

“Seiring doa kami, Kutai Barat pada hari ini dengan pertolongan Tuhan Yang maha kuasa kami melepas ananda Vino untuk berangkat menuju Sragen. Semoga perjalanannya tetap dilindungi semoga sampai dalam keadaan sehat dan selamat,” kata Bupati Kubar FX.Yapan mengakhiri sambutan dan menyerahkan Alviano Dava Raharjo kepada Kakeknya.

Sedangkan Januri petugas satuan bakti pekerja sosial perlindungan anak Dinas Sosial Kabupaten Sragen mewakili keluarga dan pemkab Sragen, menyebut diutus oleh Bupati Sragen Yuni Sukawati untuk mendampingi penjemputan Vino.

“Mewakili Keluarga maupun dari pemerintah Sragen, karena kami kemarin yang diutus oleh Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati untuk mendampingi penjemputan anak Vino,” ucap Januri.

“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan selama disini kami bisa didampingi berziarah ke makam orang tua Vino. Keluarga terutama mbah Yatin sangat berterima kasih bisa berziarah.
Karena memang kenapa dari Sragen ingin menjemput, karena salah satunya adalah ingin berziarah ke makam orang tua Vino,” ungkap Januri.

Untuk selanjutnya ia juga memohon doa agar selamat dalam perjalanan mereka pulang ke Sragen.

“Mohon izin hari ini nanti kami akan berangkat ke Sragen mohon doanya mudah-mudahan nanti selama perjalanan lancar tidak ada kendala
Sekali lagi semuanya yang dari Sragen mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian panjenengan semua di Kutai Barat ini terkait dengan adik Vino, terkait perlindungannya penjagaannya kenyamanannya sampai hari ini dek Vino tetap ceria.”pungkas Januri.
Acara pelepasan diakhiri dengan pemberian cindera mata dan uang dari Bupati, wakil Bupati, Kadis Sosial dan Kadis Kesehatan.

Turut mendampingi Bupati, Wakil Bupati Kutai Barat H.Edyanto Arkan, Kapolres Kutai Barat AKBP Irwan Yuli Prasetyo dan istri, Dandim 0912/Kubar Letkol Kav Yudhi Pramono Prasetyo dan istri, Kadis Sosial Ampeng, Kadis Kesehatan dr. Ritawati Sinaga dan sejumlah pejabat lainnya.
(SB/PSB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *