SUDUTBERITA.com – Samosir | Dalam sambutannya, Analis Kebijakan Ahli Madya / Koordinator Edukasi 1 Direktorat Pengembangan SDM Kemenparekraf Rita Dwi Kartika Utami, menjelaskan, Bimtek ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha ekonomi kreatif dalam memanfaatkan platform digital dalam mempromosikan produk-produk mereka. Sabtu 10 April 2021

Menurutnya, jika dioptimalkan sebaik mungkin, platform digital bisa menjadi ruang transaksi yang cukup besar untuk meningkatkan kapasitas penjualan produk kreatif yang dimiliki.

Narasumber Dwi Sartika Bukit, membawakan materi Photography Product Using Simple Equipment dan pemateri M. Hafidullah dengan materi Mendesain Storynomics Untuk Destinasi Super Prioritas.

“Memfoto hasil produk kreatif dengan ponsel lalu meng up-load ke aplikasi media sosial bukan hanya sekedar media promosi digital, tetapi bisa menghasilkan pendapatan. 
Tentu ini akan menjadi wadah menarik bagi pelaku Ekraf untuk mempromosikan produk mereka,” tutur Dwi. 

Yang terpenting, dia melanjutkan, adalah mengemas tampilan sebuah produk dalam bentuk video dan foto menjadi karya yang menarik bagi konsumen.

“Pada titik inilah perlu keterampilan dan kreativitas khusus. Pada era teknologi 4.0, digital marketing adalah ujung tombak bagi dunia pemasaran. Tentu harus kreatif mengemasnya. Untuk mengembangkan potensi itu, kami mencoba mengeksplorasinya melalui kegiatan Bimtek ini,” papar Bukit.

Pada kesempatan itu, juga diserahkan bantuan alat-alat kebersihan dari Kemenparekraf kepada para peserta dan para pejabat kabupaten dan desa yang hadir.

 

Kepala Bidang Pengembangan dan Kerjasama Dinas Pariwisata Samosir, Togar Siboro, mengatakan Kabupaten Samosir memiliki produk kreatif yang tidak sedikit dan bisa dikembangkan semakin maksimal.

“Nah, melalui pelatihan-pelatihan footografi pengembangan kreativitas kita langsung di daerah yang memiliki kegiatan ekonomi kreatif akan digali bagaimana mengembangkan dan memperkenalkan produk-produk kreatif. Tak hanya kepada masyarakat Nusantara, tetapi juga masyarakat internasional. Marketing digital tak hanya terbatas di Indonesia, tetapi juga menembus batas ruang negara lain. Ini potensi yang harus terus dikembangkan dan digarap dengan serius.”ucap Siboro.

(SB/Hard’s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *