SUDUTBERITA.com-Lombok-NTB – RAKOR PAUD DAN PNF dibuka oleh Kabid PAUD-DIKMAS ibu Hajjah Rosdiana, SE. di Hotel Jayakarta Senggigi, yang diadakan selama 2 hari, dari tgl 5 – 6 Desember 2019, jumlah peserta 50 orang terdiri dari unsur Penilik, pengelola PKBM dan pengelola PAUD (kepala TK, Kepala Kelompok Bermain/KB). Peserta untuk bisa menghadiri acara rakor tersebut.

Dalam sambutannya Kabid Paud-Dikmas mengharapkan kepada semua steackholder/pemangku kebijakan untuk betul – betul dan serius memperhatikan pendidkan non formal,sehingga apa yg diharapkan oleh pemerintah bisa terwujud dan terlaksana sesuai program yg terealisasi, seperti pendidikan kesetaraan paket A, B dan paket C, program keaksaraan fungsional (KF), program keterampilan yg mengutamakan keterampilan kecakapan hidup.

Agar semua warga belajar(wb) baik wb paket A, B dan C memiliki keterampilan yg memadai sebagai bekal setelah selesai mengenyam pendidikan dan wajib belajar tersebut bisa mandiri, bahkan bisa masuk pada Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Begitu pula halnya dgn masyarakat yang tidak memiliki keterampilan dan penghasilan, bisa mengikuti program pendidikan kecakapan kewirausahaan (PKW) dan pendidikan kecakapan kerja, yg berorientasi pada DUDI. Dalam Rakor ini semua Narasumber berasal dari lingkup Dikbud Kab.Lombok Barat dan sebagian besar dari bidang PAUD DIKMAS Kab.Lombok Barat, seperti penilik, dan ketua forum.

Pembicara/pemateri selanjutnya yaitu dari unsur IPI (Ikatan Penilik Indonesia) Kab.Lombok Barat, SAHABUDIN, SH membahas mengenai Pembimbingan dan Pembinaan terhadap PTK PAUD dan DIKMAS yg menitik beratkan pada kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik, minimal harus S1, agar PTK yg belum sarjana harus bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yg lebih tinggi.

Apa yg disampaikan sesuai dengan PERMEN DIKBUD NO 15 TH 2018 Tentang Tugas Pokok Guru dan Kepsek Sebagai berikut :
Tupoksi guru : Mendidik, Mengajar, Membimbing, Mengarahkan, Melatih, Mengevaluasi Peserta Didik.
Sedangkan Tupoksi Kepsek : Manajerial, Mengembangkan Kewirausahaan, Melaksanakan Supervisi kpd guru & tenaga kependidikan di sekolah.

Pemateri berikutnya bpk H.MAHYUNI, SH., M.Si beliau dari unsur penilik, dan Asesor, sehingga materi yg disampaikan berkaitan dgn SUPERVISI DAN AKREDITASI PAUD PNF, mengharapkan agar semua lembaga harus sudah terakreditasi baik satuan pendidikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yg terdiri dari TK (Taman kanak-kanak), KB(Kelompok Bermain) maupun satuan pendidikan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat).

Pembicara/pemateri dari ruang lingkup dikbud Kab.Lombok Barat KASUBBAG PROGRAM bpk. ERWIN RACHMAN, SE. membahas ttg KEBIJAKSANAAN UMUM PERENCANAAN STRATEGIS DAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PAUD DAN KESETARAAN, menitik beratkan pada layanan SP (satuan pendidikan) PAUD dan PKBM agar memperhatikan sarana prasarana lembaga di tingkatkan, dan warga belajar kesetaraan bisa bersaing dalam peningkatan nilai pada saat UNBK, sehingga Kab.Lomnok Barat bisa bersaing dgn Kabupaten lainnya,warga belajar yg sudah menyelesaikan jenjang pendidikan, agar bisa dilanjutkan ke jenjang berikutnya sehingga raya rata usia sekolah yg dulu dari 5,7 bisa jadi 6,7 tahun yg pd akhirnya wajar Dikdas bisa di capai.

Pemateri terakhir pada tgl 6 Desember 2019, Ketua FORUM KOMUNIKASI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (FK-FKBM) NTB, LALU NASRULLAH WIJAYA KUSUMA, SP.,MH, mengangkat tema PENGUATAN BRANDED DAN PEMASARAN JASA PENDIDIKAN NON FORMAL, menitik beratkan pd pemasaran program, agar masyarakat bisa tertarik dan berminat, lembaga pendidikan non formal atau SP (satuan pendidikan) harus bisa memasarkan program2 baik melalui iklan, brosur, baliho, facebook (fb) dan lain-lain, dikemas dengan apik, cerdas dan berkualitas, promosi harus sesuai dengan isi (program dan layanan yg ditawarkan) kepada masyarakat.

Kita tahu PNF sdh menjadi tempat menampung anak2 yg dari pendidikan formal, jangan sampai FNP tidak melayani dgn baik warga belajarnya, yg pada akhirnya terbuang lagi dari PNF, itu yg tidak di harapkan dan di inginkan.

Dalam penyampaiannya, Ketua FKPKBM-NTB mengangkat Permendikbud RI No 81 tentang Pendirian Satuan Pendidikan Non-Formal sbb :
PKBM adalah satuan pendidikan nonformal yg menyelenggarakan berbagai kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan masyatakat atas dasa prakarsa dari, oleh dan untuk masyarakat.

Sebagaimana termaktub di alam Bab II, pasal 4, ayat 3.
PKBM yang didirikan dapat menyelenggarakan program : Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Keaksaraan, Pendidikan Kesetaraan, Pendidikan Pemberdayaan Perempuan, Pendidikan Kecakapan Hidup, Pendidikan Kepemudaan, Pendidikan keterampilan Kerja (PKK), Pengembangan Budaya Baca dan Pendidikan nonformal lain yang diperlukan masyarakat.

Semua nara sumber dalam kegiatan Rakor tersebut yg menjadi narasumber dan pematerinya dari internal bidang PAUD-DIKMAS, dari kalangan penilik maupun dari kalangan ketua Forum PKBM, sehingga materi materi yg di sampaikan berkaitan dengan Pendidika Anak Usia dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-DIKMAS),
Kabid Paud-dikmas juga menutup acara rakor tersebut pada hari jumat, 6 Desember 2019. (Lbk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *