SUDUTBERITA.com Lampung Utara – Pelajar Sekolah Dasar (SD) Negeri Gunung Maknibai Kecamatan Sungkai Barat Kabupaten Lampung Utara, kondisinya sangat memperihatinkan apalagi ketika hujan datang kegiatan belajar terpaksa harus dihentikan.

Sehingga pihak sekolah menerapkan sistem belajar mengajar harus dihentikan ketika musim hujan datang dikarenakan takut ambruk dan menimpa anak didik yang sedang belajar.

Libasimg-20190611-wa0009. Saat dijumpai awak media, Kepala Sekolah SDN Gunung Maknibai Sapri menjelaskan minimnya perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyebabkan ruang kelas tersebut nyaris ambruk dan tepaksa menghentikan belajar mengajar sementara ketika musim hujan, “kami takut ada angin puting biliyung”, ujar Sapri.

Iya pak, “ketika hujan tiba kami terpaksa menghentikan kegiatan ngajar mengajar, sebab sekolahan ini bapak lihat sendiri kondisi bangunan sekolah ini, kayu-kayu yang sudah rapuh semua, atap asbes yang sudah pecah semua bahkan plapon triplek yang hampir habis karena sudah berjatuhan. kami terpaksa melakukan hal itu karena inilah kondisinya,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihak sekolah sudah melakukan perawatan dengan seadanya dengan menggunakan dana Bos, tapi dana tersebut tidak mampu untuk membenahinya karena rusaknya sudah cukup parah. Jika kondisi ini dibiarkan ditakutkan sekolah tersebut akan ambruk terkena nak yang sedang belajar. maka dari itu kami takut, “ketika hujan datang anak-anak lagi belajar ada angin kencang ruangan kelas bisa ambruk,” jelasnya.

Ditempat terpisah Andi mewakili wali murid SD Negeri Gunung Maknibai menuturkan, sudah kurang lebih 3 tahun sekolah ini dibiarkan rusak karena minimnya perhatian dari Pemerintah. Bahkan pihak sekolah sudah beberapa kali mengajukan untuk minta direhab tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda sekolah tersebut akan direhab.

Pihak sekolah sudah lebih dari empat kali megajukan permohonan melalui UPT Dinas dan kami juga menyerahkan proposal bantuan rehab kepada Dinas Pendidikan, tapi sampai saat ini rehab tersebut tak kunjung hadir. “Kami berharap kepada pemerintah untuk segera diperhatikan sekolah dimana anak didik kami menimba ilmu, memang kami tinggal di desa tapi kami juga butuh di perhatikan” ucap nya. (Tim PWRI/Rilis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *