SUDUTBERITA.com – Kutai Barat – Kalimantan Timur.

Suhu politik di penghujung tahun 2019 semakin menghangat di Kabupaten Kutai Barat.
Bacalon dan tim suksesnya dengan berbagai cara mulai tebar pesona.

Marak bermunculan baliho-baliho Pasangan Bacalon Bupati dan wakilnya di tempat strategis agar gampang terlihat oleh masyarakat. Baik dalam bentuk ucapan Selamat Natal / Tahun Baru maupun berbentuk visi yang ditawarkan.

Dalam pantauan Media SUDUTBERITA.com, beberapa bulan telah  muncul nama-nama bacalon diantaranya:
1. Incumben, FX. Yapan dengan H. Edy Arkan  (Yakan 2)  dikenal jargonnya, “Hari Esok Lebih Baik dari Hari ini.”
2. H. Syaiful Hidayat (Acong) perpasangan Asrani (ASA),
3. Martinus Herman Kenton (Nus Kenton) bersama H. Abdul Aziz, Masyarakat Adil Sejahtera (MAS)
4. Rama Alexander Asia, yang diusung Rama Center, Tim Bersatu Mewujudkan Harapan Masyarakat Kutai Barat.

Rama Center telah beberapa kali mencoba menampilkan nama-nama bakal calon Wakil Bupati. Beberapa nama pernah disebut oleh RC untuk dapat mendampingi Mantan Bupati pertama Kutai Barat periode 2001-2006 ini diantaranya, H. Sopian dari PAN, Jamidi dari PKS.
Dalam minggu terakhir mulai santer beredar di Medsos nama Ustad Supono Abdul Kholiq (akrab dipanggil ustadz Pono) digadang akan mendampingi Rama Asia.

Ditemui di rumahnya dalam lingkungan komplek Pondok Pesantren Sholat Al-Quran Sedekah (SAS), dengan santai dan familiar ustadz Pono menerima kedatangan Tim Rama Center (RC) dan beberapa tokoh masyarakat Jawa. (Selasa, 03/12/2019)

Nampak hadir, Elvin Eri Adam Alsiyus dan Jaini dari Tim RC.  Beberapa tokoh Jawa diantaranya, FX. Irianto (mantan Ketua KPUD), H. Solikhin dan Wasis S Budiono.

Saat ditanya mengenai kesediaannya  untuk mendampingi Rama sebagai Bakal Calon Wakil Bupati, Ustadz SAS ini balik memberi kesempatan tim RC dan tamu lainnya.
“Sebelum menjawab, Saya memberi kesempatan kawan-kawan dan Tim untuk menyampaikan pendapat dan uneg-unegnya (pemikiran) lebih dulu.” kata Ustadz SAS demokratis.

Sosok Pono adalah seorang Ustadz yang sederhana tetapi memiliki pandangan yang luas bukan hanya sebatas ilmu keagamaan semata, tetapi juga mumpuni dibidang politik, sosial kermasyarakatan dan manajerial.

Menikah dengan seorang Wanita Dayak Tunjung dari Mook Manaar Bulant dan telah dikaruniai anak. Pono sosok pria pekerja keras, Ia merintis dan mendirikan Yayasan Cinta SAS, sekaligus menjadi pembina dan pengasuh Pondok Pesantren Sholat Al-Quran Sedekah di Jln. D.I. Panjaitan nmr 545 Simpang Raya, Barong Tongkok Kutai Barat. Yang saat ini sudah memiliki program Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ditanya oleh Wasis (seorang tokoh pendidikan), mengenai apakah Ustadz sudah siap meninggalkan Pondok dan aktifitasnya sebagai pembina dan pengasuh pesantren yang selama ini telah di besarkannya, saat nanti mengikuti proses Pilkada, ia menjawab tidak harus meninggalkan / melepaskan pesantren.

“Tidak harus melepaskan Pesantren, tetap bisa mengasuh, membina dan mengurus para santri. Tugas seorang Pemimpin adalah me-manage dan mengelola pekerjaan secara baik, karena tidak semua pekerjaan harus dikerjakan sendiri,” kata Pono.

” Ada orang-orang yang dipimpin yg siap melakukan tugas-tugas. Jadi tidak harus meninggalkan Pondok, serta masih tetap bisa mengasuh Pondok Pesantren.” lanjutnya.

Mengakhiri pertemuan setelah mendengarkan paparan dari Eri Adam dan Alsiyus, Ketua dan Wakil ketua tim RC serta beberapa tokoh Jawa yang hadir, Pono menyampaikan siap maju mendampingi Rama A. Asia.

“Mendengar keseriusan tim Rama Center (yang sudah beberapa kali datang kerumahnya) serta dukungan tokoh-tokoh Jawa kepada saya, ini merupakan amanah, maka insyaallah saya 1000% juga siap mendampingi pak Rama maju dalam PILKADA Kutai Barat 2020, sebagai Bakal Calon Wakil Bupati,” jawab Ustadz Humanis yang tidak mampu membunuh nyamuk ini.

“Selanjutnya tinggal mengatur waktu untuk bersilaturahmi dengan pak Rama untuk saling mengenal dekat guna menyatukan visi dan misi.” pungkas Pono (Paul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *