SUDUTBERITA.com – Kotabumi LAMPURA  | Ketua Badan Perwatin Lampung Pepadun Kotabumi Tigo Kandung, Kabupaten Lampung Utara, Ahmad Akuan Abung, Gelar “Nadikiyang pun minak yang abung”, angkat bicara soal kekosongan Wakil Bupati yang lagi ramai diperbincangkan di kalangan warga masyarakat setempat. Jum’at. (27/11/20)
 
Kekosongan posisi Wakil Bupati Lampura, pasca Operasi tangkap tangan (OTT) Lembaga Anti Rasuah (KPK) terhadap mantan Bupati Non aktif, Agung Ilmu Mangkunegara yang telah di vonis bersalah oleh pengadilan Tipikor Provinsi Lampung beberapa bulan yang lalu, mulai jadi perebutan partai pengusung koalisi. 

Setelah secara resmi Budi Utomo dilantik sebagai Bupati Lampura. Tentunya posisi wakil bupati mengalami kekosongan, dan menjadi perhatian bagi pengusung partai koalisi pilbup 2018.

Menurut Akuan Abung, ia mendukung dan menyarankan apa yang menjadi kemauan Bupati Budi Utomo. Akuan berharap siapapun kelak wakil yang diajukan harus faham betul dengan karakteristik adat budaya masyarakat dan memahami wilayah Lampura.

“Saya dukung  mau nya Bupati. Wakil yang diajukan juga harus paham benar dengan karakteristik budaya serta kultur wilayah tempat tinggal kita yang notabene kabupaten tua,” tuturnya. 

Dijelaskannya,  Akuan mengatakan bahwa, yang di maksud paham akan budaya serta kultur masyarakat lampura, adalah warga masyarakat asli Lampura. 

“Yang kita inginkan ialah masyarakat asli Lampura, yakni orang yang benar lahir dan dibesarkan di sini, paham dengan segala urusan yang ada, baik Adat atau Budayanya,” Imbuhnya. 

Selanjutnya ia menuturkan bahwa kehidupan bermasyarakat Lampung Utara itu tidak sendiri, bahkan bukan hanya terdiri dari suku Lampung saja, melainkan terdapat pula berbagai macam suku lainnya yang hidup bermasyarakat dan berdampingan. Bahkan memang lahir dan besar di sini, artinya mereka pun suku-suku lainnya mutlak adalah warga masyarakat Lampung Utara.

Maka dari itu Akuan berharap Bupati bisa melihat keanekaragaman tersebut dan menjadikannya suatu kekuatan baru untuk bersama-sama guna membangun Bumi Ragem Tunas Lampung ini. 
“Kita berharap bupati jangan terjebak dengan ego kesukuan, Abung atau Sungkai saja, yang penting dia memang benar-benar ingin membangun Lampura secara utuh, bukan untuk kepentingan pribadi apa lagi golongan, dari suku mana pun dia tidak menjadi masalah, sepanjang dia memang benar-benar putra Lampung utara, yang lahir dan dibesarkan di sini.” tukas Akuan Abung, Tokoh Adat gelar Nadikiyang pun minak yang abung. 

(Rilis/Donie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *