SUDUTBERITA.com Lampung Utara – Ketua DPC PWRI Kabupaten Lampung Utara (Donimasyah, A.Md) sangat menyayangkan perkataan oknun kontraktor dilaman Facebook atas nama Bodwien Zanden, menurutnya ini sangat menyakitkan hati bagi yang berprofesi sebagai wartawan.

Diketahui dilaman Facebook Bodwien Zanden menuliskan “kalau LSM dan Wartawan yang tidak mempunyai badan hukum dibidang itu mendapatkan proyek di Diknas Lampung Utara siapa yang mengawasinya..trus kami yang kontraktor murni gak diperhatikan… Apa alasanya….ingat kami lebih menguasai spek dan pekerjaan…””KAMI AWASI PAKAI SIGMAT”””” “

Doni Ketua PWRI didampingi sekertaris di ruangannya (06/11) sangat menyayangkan dengan perkataan, karena dalam tulisan mengaitkan wartawan mendapat proyek Dinas Pendidikan Lampung Utara siapa yang mengawasi, “Perkataan tersebut saya rasa akan menghilangkan warwah Independensi, kontrol sosial kami yang berprofesi sebagai wartawan, ketika memang hal tersebut terjadi, itu segelintir oknum dan jangan katakan atas wartawan,karena kalau disebutnya wartawan artinya ini mencakup seluruh wartawan, “ungkapnya.

Ditambahkan Sekertaris PWRI (Hartoni, S.S) mengatakan, “wartawan diatur dalam undang-undang selain itu dibatasi oleh ketentuan hukum, seperti undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999, juga harus berpegang kepada norma-norma jurnalistik.Tujuannya adalah agar wartawan bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya, yaitu mencari dan menyajikan informasi kepada masyarkat dan kami dituntut profesionalisme serta independensi menjadi suatu keharusan, ” jelasnya.

Lanjutnya, “dari ketentuan-ketentuan tersebut sudah jelas tugas fungsi wartawan ,kami mohon kepada oknum kontraktor tersebut dapat mengklarifikasi dengan perkataan nya, karena kami khawatir marwah kami sebagai wartawan akan hilang, sehingga kedepan masyarakat tidak lagi percaya kepada kami sebagai kontrol sosial dan dengan informasi-informasi yang kami sajikan” ungkapnya (rilis/PWRI.lu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *