SUDUTBERITA.com – Kutai Barat (KALTIM) | SEHARUSNYA PETANI SEJAHTERA.”

Hal tersebut diungkapkan oleh Veridiana Huraq Wang S.Pd, MM, Ketua Komisi 2 DPRD Provinsi Kalimantan Timur kepada wartawan usai melakukan reses di Kampung Sumber Bangun, Kecamatan Sekolaq Darat, dan Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (10/7/2021).

Hal itu diharapkan karena menurutnya, Petani merupakan ujung tombak produksi pertanian. 
Dia menyebut yang jadi masalah besar bagi petani dan harus segera dipikirkan pemerintah, adalah masalah hilirisasi, yakni pemasaran produksi pertanian.

Veri, panggilan akrab Veridiana Huraq Wang, mengatakan banyak petani menyampaikan langsung keluhan yang mereka alami selama ini.

“Hampir semua petani yang saya kunjungi di Kubar, mengeluhkan terkait infrastruktur dasar pertanian. Diantaranya produksi, alat-alat pertanian, pupuk, serta obat-obatan, dan juga pemasaran yang tidak memadai,” jelasnya.

Lanjut Veri, kata dia,
“Masalah pemasaran produksi membuat petani putus asa. Satu hal perlu diprogramkan kedepan, yaitu hilirisasi produk. Yakni membuat produk jadi,” papar Veridiana.

Untuk diketahui, saat lakukan reses sejak 7-14 Juli 2021 di Kubar dan Mahulu, Veridiana langsung bertatap muka dengan para petani. 
Hal itu dimaksud untuk bisa melakukan komunikasi dan menjaring aspirasi masyarakat dalam rangka Reses Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Masa Sidang II Tahun 2021.

“Sebenarnya di Kubar saya rencanakan masuk ke 5 kecamatan. Yaitu Siluq Ngurai, Sekolaq Darat, Barong Tongkok. Tering, dan satu kecamatan dibatalkan. Karena paparan pandemi Covid-19 meninggi,” jelasnya 

Veri, panggilan akrab Veridiana Huraq Wang, mengatakan banyak petani menyampaikan langsung keluhan yang mereka alami selama ini.

“Hampir semua petani yang saya kunjungi di Kubar, mengeluhkan terkait infrastruktur dasar pertanian. Diantaranya jalan produksi, alat-alat pertanian, pupuk, serta obat-obatan, dan juga pemasaran yang tidak memadai,” jelasnya.

Ia juga menyebut, dalam setiap reses lebih banyak turun kepada kelompok tani di daerah. Menurutnya, hal itu karena program pemerintah kedepan lebih fokus pada bidang pertanian,

“Menurut saya di Kubar sangat bagus fokus ekonomi masyarakat. Kedepan pada pengembangan pertanian dan ekowisata, karena memang di Kubar masih banyak lahan/hutan yang belum digunakan untuk pertanian, juga objek wisata, serta areal lubang tambang oleh peusahaan batubara yang menganga sampai saat ini,”terang Veri.

Politisi Wanita dari PDIP yang mengawali kiprahnya di dunia politik dan duduk di kursi DPRD Kaltim sejak tahun 2004 silam itu mengatakan, Kubar dan Mahulu adalah kabupaten yang strategis sebagai penyangga Ibu Kota Negara Baru  (IKN). Untuk itu menurut dia, untuk segera persiapkan diri,

“Saya ingin beri masukan kepada pemerintah. Agar program di bidang pertanian dan pariwisata. Di Kubar dan Mahulu bisa dibuat tersentral dan terkonsentrasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”katanya.

Ia juga berharap, agar masyarakat Kaltim sadar untuk tidak bergantung dengan sumber daya alama (SDA) berupa kayu, batubara, emas, dan minyak bumi. Karena semua itu akan habis,

“Saya melihat langsung, bidang pertanian dan ekowisata adalah dua bidang yang tepat untuk membangun masa depan Provinsi Kaltim,” tegas Veri 

Mengakhiri keterangannya, Veridiana menegaskan akan memperjuangkan  bagi petani Kubar dan Mahulu berupa pupuk dan peralatan pertanian modern yang belum ada,

Dalam melaksanakan reses kali ini Veridiana Huraq Wang langsung menemui para petani di lapangan dengan dibatasi jumlahnya sesuai protokol kesehatan, mengingat paparan pandemi Covid-19 yang saat ini meningkat. 

Turut mendampingi dalam reses tersebut, pembina kelompok tani Marlon Brando dan Diana (pemilik Diana farm), keduanya stockis Produk Eco Farming Kubar, yang juga telah melakukan Demonstrasi Plot (Demplot) dengan Pupuk Organik Eco Farming pada beberapa kelompok tani di Kubar 
(SB/PSB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *