SUDUTBERITA.com – Kutai Barat (KALTIM) | Bupati Kutai Barat FX.Yapan tegaskan akan membantu biaya pendidikan Alviano Dafa Raharjo bocah malang yang ditinggal pergi kedua orang tuanya untuk selamanya akibat terpapar covid-19.

“Kita akan memberikan bantuan beasiswa kepada Vino,”ucap FX.Yapan di Sendawar seusai lakukan siaran wawancara langsung dengan salah satu stasiun TV swasta Nasional terkait kejadian tragis yang menimpa Vino. Sabtu 24/07/21

Diketahui Alviano Dafa Raharjo kini hidup sebatang kara usai ditinggal mati orang tuanya. 
Ibunya Lina Safitri (31) meninggal tanggal 19 Juli 2021. Selang sehari tanggal 20 Juli ayahnya, Kino Raharjo (30) juga meninggal karena terpapar virus covid-19.

Foto: Vino, seorang diri dalam rumah saat jalani isoman

Bahkan kesehariannya Vino harus tinggal seorang diri dalam rumah karena masih menjalani isolasi mandiri hingga tanggal 26 Juli 2021.

Baca kuga:
https://www.sudutberita.com/peristiwa/duka-alviano-bocah-9-tahun-ditinggal-mati-kedua-orang-tuanya-terpapar-covid-19/

Masih menurut Yapan, dia menyebut keputusan itu diambil untuk menjamin kelangsungan pendidikan bocah kelas 3 SD Negeri 03 kecamatan Tering kabupaten Kutai Barat itu sampai jenjang perguruan tinggi. 
Namun demikian Bupati juga mengatakan akan melihat payung hukumnya dulu untuk mengatur hal ini.

“Tapi ini kita masih melihat dulu sekolahnya dimana. Kita akan mengatur nanti kalau dia di luar Kutai Barat maka kita harus lihat payung hukumnya. Tapi niat kita tetap memberi bantuan kepada Vino sampai dia kuliah,”ungkap Bupati.

Orang nomer satu di Kutai Barat itu menegaskan bahwa pemerintah membuka pintu lebar-lebar jika nantinya Vino memutuskan untuk kembali ke Kutai Barat,

“Bahkan kita ingin kalau dia mau kembali lagi ke Kutai Barat kita persilakan. Jadi kita mendampingi terus jangan sampai dia putus sekolah,”tandas politisi dari PDIP itu.

Untuk hal itu, Bupati Kubar juga menyebut sudah ada rekening bank yang dibuka oleh ketua tim penggerak PKK atas nama Alviano sebagai tabungan bantuan beasiswa.

“Istri saya sudah buka rekening di bank langsung nama Vino. Ini bukti keseriusan kami mau mengurus anak ini,” tegasnya.

Sebelumnya FX.Yapan juga telah menginstruksikan kepada kadis kesehatan, kadis pendidikan hingga kadis sosial untuk memastikan Alviano mendapat pelayanan maksimal dari pemerintah.

“Kondisi Vino sudah mulai membaik, Cuma mungkin dia belum menerima kematian orang tuanya. Nah ini yang perlu kita dampingi. Makanya saya minta kadis pendidikan, melalui guru-guru sekolahnya untuk memberi hiburan agar dia bisa menerima kondisi saat ini, jangan sampai dia stres,”sebut Bupati.

Yapan mengaku saat pertama kali menerima laporan orang tua Vino meninggal, ia langsung mengirim utusan ke rumah duka. Namun setelah berkonsultasi dengan pihak keluarga, ternyata bocah malang yang masih duduk bangku SD kelas tiga itu memilih kembali ke kampung halaman mendiang orang tuanya di Sragen Jawa Tengah.

“Dia katanya mau mengikuti eyangnya di Jawa. Tapi perhatian tetap kita berikan,” tutup Yapan.

Musibah yang menimpa Vino jadi viral di media lokal maupun nasional, yang akhirnya membuat publik menaruh simpati dan empati kepadanya.

Dalam pantauan media ini, kondisi Alviano Dafa Raharja semakin membaik dan mulai ceria setelah sesaat mengalami kedukaan yang mendalam.
(SB/PSB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *