SUDUTBERITA.com – KUTAI BARAT (Kaltim) | Kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Baru seharusnya menjadikan warga Kutai Barat menjadi lebih maju dalam segala bidang. Namun hal ini justru menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Bupati Kutai Barat FX.Yapan secara khusus bagi petani Kubar.

Betapa tidak, kekhawatiran itu dilandasi pemikiran warganya yang notabene mayoritas petani menjadi miskin karena malas.
Sedangkan kehadiran IKN baru secara otomatis akan mengundang orang dari berbagai penjuru Indonesia akan datang ke Kalimantan Timur. Tentunya tak terkecuali yang berprofesi sebagai Petani.

“Para petani jangan menyia-nyiakan peluang ini, ambil peluang itu. Kita ini dekat ibukota. Kalau ibukota nanti sudah masuk ke kita, tidak terbendung orang-orang luar,”sebut FX.Yapan saat meresmikan ruang data dan informasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan Sekolaq Darat, dan launching sayembara logo Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) ke-XI Kutai Barat tahun 2024 di kantor BPP Kecamatan Sekolaq Darat, Rabu (22/9/2021).

Lanjut Bupati Yapan, Petani Kubar seharusnya memanfaatkan peluang besar itu mulai dari sekarang.

“Maka oleh sebab itu saat ini sudah era kita tidak boleh buang waktu,”tegas Yapan.

Sebenarnya, masih menurut Yapan Kutai Barat memiliki potensi yang sangat besar karena sangat kaya dengan sumber daya alam. Lahan Kutai Barat sangat subur dan memiliki potensi untuk dikembangkan berbagai jenis pangan. 
Termasuk potensi pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata.

Namun demikian sangat disayangkan banyak lahan tidur yang tidak terkelola dengan baik.
Padahal apabila lahan-lahan itu dikelola dengan baik akan menghasilkan nilai ekonomi tinggi sehingga tidak ada masyarakat miskin.

BACA JUGA : Kata Bupati Kutai Barat : Petani Kubar Bukan Miskin Tetapi Malas

Bahkan menurutnya, ia menyebut warga Kubar saat ini terbius dengan pendapatan dari kebun karet yang harganya seperti perahu karet di tengah lautan naik turun diterpa gelombang permainan para tengkulak.

“Sekarang ini (petani) manja terhadap karet. Begitu karet anjlok, wah sudah lah Bupati jadi sasaran empuk. Bupati tidak itulah, ini bupati tidak inilah. Nah sekarang harga karet naik kurang omelan kepada Bupati,”keluh Politisi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia itu.

Memang ia tak menampik bahwa bertani tidak serta merta harus menjadikan kaya, namun setidaknya bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sangat ironis apabila seorang petani untuk mencukupi keperluan pangan sehari-harinya justru harus membeli.

“Bercocok tanam ini artinya biar kita tidak bisa jual ke pasar, tapi paling tidak bisa mencukupi kebutuhan kita. Nah disitu saya mau, kita ini tidak ada waktu lagi,”katanya.

“Kalau Kepala Dinas, Sekda, Ketua DPRD, wakil bupati yang beli sayur ya nda apa-apa, tapi kalau petani beli sayur itu hati saya sedih,”lanjut Bupati Kubar dua periode itu.

Untuk itu ia berharap petani mulai sadar dan bangkit dari kondisi tersebut, menurut Yapan petani harus segera memanfaatkan peluang besar itu mulai dari sekarang.

Terlebih perhatian Pemerintah saat ini begitu besar terhadap sektor pertanian guna merealisasikan swasembada pangan nasional.
Hal tersebut terbukti adanya bantuan berupa alat teknologi pertanian, bibit pangan, pupuk hingga bibit ternak yang diberikan kepada kelompok tani cukup besar tahun ini. 

“Ayo kita mulai bercocok tanam gunakan lahan-lahan kita yang ada. Banyak sekali bisa kita gunakan. Maka oleh sebab itu saya minta nanti 2024 kita bisa kasih contoh kepada kabupaten lain.”ujar Yapan memberi semangat.

Terkait ucapannya yang berulang kali menyebut ‘petani malas’, ia mengelak kalau disebut menghina sukunya sendiri, namun justru ia memberi motivasi agar para petani Kutai Barat untuk segera bertindak sebelum peluang itu diambil masyarakat yang berbondong-bondong akan datang ke Kaltim.

“Makanya banyak orang di Facebook bilang saya menghina suku sendiri, ya nda apa-apalah.
Saya tidak ada niat sedikitpun untuk menghina, demi Tuhan. Saya memberi motivasi nda ada menghina. Tapi orang-orang yang tidak menerima dan orang yang tidak senang ya bilang saya menghina. Saya suruh bercocok tanam masa bilang saya menghina,”aku Yapan prihatin dan sedih karena sebelumnya diberitakan oleh media terkait ada peningkatan orang miskin di Kutai Barat berdasarkan data BPS Kubar.

Foto : Bupati Kubar FX.Yapan secara simbolik menyerahkan bantuan kepada belasan kelompok tani

FX. Yapan, juga mengingatkan bahwa Pemkab Kubar pernah mendapat penghargaan sebagai daerah yang mampu mengendalikan inflasi tingkat provinsi Kaltim, dari Bank Indonesia bulan Agustus lalu. Hal itu semakin memotivasi pemerintah daerah mengembangkan sektor unggulan daerah.

BACA JUGA : LSM FAKTA DPD Kutai Barat Sesalkan Pernyataan Bupati FX Yapan Soal Petani Malam

Dan orang nomor satu di Kubar itu mengaku sudah ada pembicaraan dengan kepala Bank Indonesia Kaltim untuk saling mendukung. Terutama bantuan anggaran untuk usaha kecil dan menengah.

“Beliau ingin Kutai Barat ini sebagai contoh di Provinsi Kalimantan Timur. Karena potensi lahan dan tanah subur. Tinggal bagaimana tata kelola pertanian kita baik itu padi maupun jagung dan lainnya.” ucap Bupati Yapan.

Kepada Dinas pertanian dia perintahkan untuk menggunakan teknologi digital sebagai sarana promosikan produk unggulan Kubar.

“Maka oleh sebab itu Dinas Pertanian saya harapkan dengan adanya digitalisasi ini kita harus perkenalkan produk-produk unggulan kita melalui digital. Supaya orang-orang luar bisa lebih mengenal Kutai Barat ini secara terbuka dan mereka ada animo, minatnya untuk ber-invest di Kutai Barat,”pintanya dalam acara yang juga dihadiri wakil bupati Edyanto Arkan, Ketua DPRD Kubar Ridwai, Sekda Kubar, Ayonius hingga anggota DPRD Provinsi Kaltim Ekti Imanuel.

Dalam kesempatan itu Bupati FX.Yapan menyerahkan bantuan yang diberikan berupa 2 Unit Pompa air, 2 Unit Hand Traktor Rotary, 1 Unit Hand Sprayer Elektrik. Bantuan tersebut bersumber dari Kementerian Pertanian Aspirasi G Budisatrio Djiwandono. selanjutnya Bantuan 2 Unit Cultivator untuk kecamatan Barong tongkok yang bersumber dari kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2021.

BACA JUGA : Bupati Pertanyakan Data Kemiskinan di Kutai Barat, Ini Penjelasan Kepala BPS

Bantuan bersumber dari Keuangan Provinsi (Bankeu) tahun  anggaran 2021 dengan bantuan Pupuk Organik cair dengan Jumlah 174.790 Liter yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Kutai Barat.

Bantuan Ternak Babi Betina 235 Ekor dan Jantan 40 Ekor Sumber Dana APBD II, di 5 Kecamatan. Bantuan Ternak kambing Jantan 2 Ekor dan Betina 18 Ekor Sumber Dana APBD II di 1 Kecamatan Dan Bantuan Ternak Sapi Jantan 14 Ekor dan Betina 11 Ekor Sumber dana APBD II dan di 2 Kecamatan. (SB/PSB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *