SUDUTBERITA.com, Lampung Utara- Pembangunan sarana jalan tujuan utamanya adalah untuk memperlancar transportasi dan membuat nyaman para penguna Jalan dalam melaksanakan aktivitas serta sebagai sarana penggerak roda perekonomian bagi warga masyarakat.

Namun tidak demikian dengan pembangunan jalan di Desa Surakarta, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara, tidak dirasakan oleh warga masyarakat sesuai pengamatan awak media SUDUTBERITA.com, kamis(12/10/2019).

Pembangunan jalan di wilayah Kecamatan Abung Timur yang dikerjakan oleh Dinas PUPR Provinsi Lampung dan termasuk Zona UPTD Wilayah 4 Kabupaten Lampung Utara, telah terhenti dan mangkrak sejak 5 bulan terakhir. Mangkraknya pekerjaan jalan tersebut justru menimbulkan masalah yang sangat membahayakan pengguna jalan yang melintasinya.

Permasalahan timbul akibat adanya tumpukan batu untuk pembangunan. Entah keteledoran atau unsur kesengajaan, batu-batu dibiarkan tergeletak menumpuk dan memakan hampir sepertiga ruas jalan sehingga setiap kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati akibat terjadinya penyempitan ruas jalan. Selain itu, akibat penyempitan ini, ruas jalan tidak dapat dilalui kendaraan yang melintas secara bersamaan bahkan sangat membahayakan pengguna jalan yang dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan.

Seperti dikeluhkan oleh masyarakat Desa Surakarta, awak media ini mencari informasi dari beberapa warga bernama Seman alias Sutan Kasta Pengiran dan Haldi Sutan Rajo Isun yang mengatakan pekerjaan tersebut sudah dari lima bulan lalu, namun belum diselesaikan.

“Pekerjaan ini ada sejak 5 bulan yang lalu, akan tetapi belum juga dikerjakan”, ungkap mereka berdua.

“Batu yang menumpuk di jalan sangat berbahaya pengguna jalan. Beberapa bulan ini saja telah berulang kali terjadi kecelakaan di sini baik sepeda motor maupun mobil. Hal ini akibat penyempitan jalan yang di timbulkan oleh tumpukan batu itu”, sambung mereka berdua.

Senada dengan apa yang diceritakan dua warga sebelumnya, Edi Santoni warga Desa Surakarta memberarkan keadaan tersebut.

“Akibat kecerobohan pihak perusahaan ataupun dinas yang membidanginya, mereka membiarkan tumpukan batu di sisi ruas jalan ini. Sudah banyak kendaran motor yang celaka karenanya, bahkan ada yang tak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit”, jelas Edi Santoni.

“Kalu ini tetap di biarkan, ini bisa menelan korban jiwa nyawa manusia. Di mana tanggung jawab Dinas PUPR Provinsi dan UPTD Wilayah 4 yang membiarkan seperti ini terjadi’, sambung Edi Santoni

”Kami masyarakat desa berharap ada perhatian dan pertanggung jawaban dari mereka selaku pengelola”, tegas Edi Santoni

”Kami sudah beberapa kali ingin melaporkan persoalan ini kepada Pak Gusnaldi dan Pak Andony selaku Kepala UPTD Wilayah 4, tetapi setiap kami datang ke kantornya, beliau tidak pernah ada, dan hanya dijawab oleh para Staffnya”, pungkas Edi Santoni.

Saat awak media SUDUTBERITA.com coba menghubungi melalui sambungan telephone seluler, nada tersambung namun belum diangkat. Demikian juga pesan singkat yang terkirim lewat Whatsapp belum dibalas, padahal terlihat jelas pertanda aktif. Kalau demikian, ada kesan pejabat dimaksud seolah-olah menghindar. (DN/PWRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *