SUDUTBERITA.com – Sidoarjo JATIM | Pekerjaan Renovasi Gedung Posyandu Desa Banjar wungu, Kecamatan Tarik, kabupaten Sidoarjo Jawa Timur diduga tidak sesuai dengan Spesifikasi Teknik mengakibatkan bangunan gedung sudah kelihatan retak-retak.

Pekerjaan renovasi yang terletak di Dusun Klinter RT 016, RW 04 Desa Banjar wungu, yang dibangun dengan menggunakan Anggaran DD tersebut, diduga kuat ada indikasi tindak pidana korupsi. 

Mengutip dari PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 60 Tahun 2014, tentang Dana Desa yang Bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) yang mana diprioritaskan dan mengoptimalkan untuk Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, sangatlah tidak pantas bilamana dalam pelaksanaan pembangunan untuk kemajuan Desa, ternyata  dalam pengerjaanya diduga dilaksanakan asal jadi.

Renovasi Gedung posyandu dengan ukuran Panjang 16 mtr Lebar 6 mtr, menelan 
APBN Tahap II DD tahun 2020 sebesar Rp.47.510.650,- dengan waktu pelaksanaan yang tidak tercantum, yang dalam waktu 5 bulan sudah selesai dikerjakan. 
Namun, renovasi gedung Posyandu yang masih belum genap satu tahun pengerjaannya dindingnya sudah nampak retak-retak. Hal tersebut diduga dalam pengerjaannya dilaksanakan secara asal-asalan dan terkesan tahu beres saja.

Saat tim DPP LPI Tipikor RI yang didampingi oleh Awak media SUDUTBERITA.com melakukan investigasi, ditemukan di lapangan bahwasanya ada dugaan penyelewengan anggaran (Sabtu 12/06/2020). 

Nampak kondisi bangunan gedung Posyandu Dusun Klinter  diduga tidak ada pengerasan/Cor dan menyebabkan bangunan yang usianya baru satu tahun itu sudah pada retak retak.

Untuk itu, Ketua Team Investigasi DPP LPI TIPIKOR RI, Jawa Timur Moch. Hasan menemui Kades Imam dan Bambang (Kebayan) sebagai pelaksana proyek Desa Banjarwungu untuk diminta konfirmasinya atas hasil temuan tersebut. 

Namun, saat dimintai konfirmasi, Kepala Desa (Imam) mengaku sebelumnya tidak pernah tahu akan kondisi itu Karena Renovasi dilakukan sebelum dirinya menjabat. Menurut Imam Kades Banjarwungu, kepada media ini menyatakan akan memanggil pelaksananya yakni Bambang (Bayan) untuk memberi klarifikasi,

“Sekarang pun rencana kami rapatkan untuk perbaiki proyek tersebut,” ungkap  Kades Imam kepada Tim.

Secara terpisah, menurut keterangan salah satu masyarakat, mengatakan retaknya Gedung Posyandu dusun Klinter diduga minimnya material bangunan yang di gunakan,

“Saya melihat bangunan itu dikerjakan dengan material yang minim pak, sehingga tidak memenuhi standar.” sebut salah satu warga yang tidak mau disebutkan identitasnya.
  
Menurut Moch Hasan ketua tim DPP LPI Tipikor RI Jawa Timur, terkait dugaan beberapa penyelewengan Anggaran dalam pekerjaan renovasi Gedung posyandu di Desa Banjarwungu  Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo tersebut, rencana akan dibawa ke Aparat Penegak Hukum (APK), 

“Dugaan penyelewengan anggaran dalam pekerjaan Gedung posyandu tersebut rencana akan kami tindak lanjuti dengan melaporkan ke Polres Sidoarjo. Apalagi ini menggunakan ADD di masa pandemi Covid-19 ini.” tegas Hasan kepada awak media ini.
(SB/Mt/Min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *