SUDUTBERITA.com –  Minahasa Utara (Manado) | Menparekraf Sandiaga Uno adakan lawatan di Likupang, bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda serta pemilik KEK Likupang, Paquita Wijaya. Sabtu  6/03/2021.

Dalam kunjungannya Ia mendorong peningkatkan sektor Kepariwisataan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang di Minahasa Utara.

KEK Likupang merupakan salah satu daerah yang didukung Kementerian PUPR dalam pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), diantara 9 daerah lainnya. 

Ada 10 KSPN yang menjadi prioritas Pemerintah, yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur),  Borobudur (Jawa Tengah),  Wakatobi (Sulawesi Tenggara),  Lombok (Nusa Tenggara Barat), Tanjung Kelayang (Bangka-Belitung),  Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Morotai (Maluku Utara), Manado-Likupang-Bitung (Sulawesi Utara), dan Raja Ampat (Papua Barat). 

Dari 10 KSPN Prioritas, Pemerintah memilih lima yang menjadi KSPN Super Prioritas yakni Danau Toba, Borobudur,  Mandalika, dan Labuan Bajo, termasuk Likupang-Bitung, Minahasa Utara.

Dalam kesempatan tersebut Sandiaga Uno menyatakan pengembangan pariwisata akan dilakukan secara menyeluruh,
“Pengembangan destinasi wisata akan dilakukan menyeluruh, mulai dari penataan kawasan yang melibatkan para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) hingga pembangunan infrastruktur dalam percepatan pemulihan sektor parekraf di Sulut,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Dia sangat terkesan dengan potensi yang luar biasa di Likupang.
“Saya sangat terkesan kunjungan saya di Likupang Timur ini, indah sekali. Saya melihat potensi yang luar biasa dan ini mudah-mudahan bisa memberikan semangat kita bangkit kembali menggerakkan ekonomi masyarakat yang sudah satu tahun mengalami situasi yang sangat berat,” kata Sandiaga Uno.

KEK Likupang akan dibangun dan dikembangkan premium atau World Class resort, akomodasi, entertainment dan MICE. 

Sebagai penunjang di luar area KEK akan dikembangkan pula Wallace Conservation Center dan Yacht Marina.

KEK Likupang yang dibangun di atas lahan seluas 197,4 hektare dengan perencanaan akan dikembangkan dalam tiga tahap. Tahap pertama akan dibangun sekira 92,89 hektare pada kurun waktu tiga tahun, yaitu 2020 hingga 2023.

Pembangunan tahap pertama sesuai rencana akan terdapat resort, area komersial, danau, cultural village, dan ruang terbuka hijau. 
Jadi, total target investasi sebesar Rp 164 miliar untuk pembangunan kawasan KEK Likupang di tiga tahun pertama. 

Sedangkan, target investasi pelaku usaha dalam tiga tahun pertama adalah Rp 750 miliar.
Sementara KEK Likupang adalah merupakan salah satu KSPN dari lima KSPN di Indonesia dengan total investasi lebih dari 140 Trilliun khususnya terkait infrastruktur sarana penunjang lainnya seperti Bandara, Akses Jalan hingga Pelabuhan serta pengembangan SDA, SDM di daerah terdapat KSPN

Sebelum terjadi pandemi Covid-19, KEK Likupang diharapkan dapat meningkatkan serapan wisatawan mancanegara di Sulut sebesar 162 ribu orang pada tahun 2025. 
Jumlah ini menyerap sekitar 16% dari target yang ditetapkan oleh Gubernur Sulut yaitu 1 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2025. 

Saat diberi kesempatan oleh Menparekraf Sandiaga,  Bupati Minahasa Utara Joune Ganda mengatakan, “Pada prinsipnya pemerintah Kabupaten mendukung sepenuhnya apa yang menjadi program Pemerintah pusat,” ucapnya.

Masih kata Bupati, “Saat ini kita mendapatkan kunjungan langsung dari pak menteri Sandiaga Uno, dimana ini merupakan dukungan yang sangat luar biasa dan pemerintah kabupaten menyambut dengan sukacita dan mendukung sepenuhnya.” tegas Joune Ganda.

Pada kesempatan kunjungan Mas Menteri Sapaan khas Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno ikut diajak 50 Investor dari kalangan Pengusaha seperti Peter Gontha dan lain lain. 
(Samuel Tooy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *