SUDUTBERITA.com.- Kutai Barat, Kaltim – Musibah kebakaran di penghujung 2019 yang terjadi di RT 2  Kampung Keay , Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat.

Kebakaran yang terjadi dini hari Sabtu, 28/12/2019, sekira pukul 03.00 Wita telah menghanguskan 4 rumah Warga beserta seluruh isinya.

Salah satu korban kebakaran bernama Yoel, saat dikonfirmasi menyatakan tidak tahu pasti sebab musabab kebakaran karena sedang tidak berada dirumah.

“Saya tidak tahu api berasal dari mana, saya sedang tidak dirumah karena sedang bekerja di tambang.
Pulang kerumah melihat semuanya sdh hangus dilahap api,” terang Yoel (34 thn) salah satu karyawan PT Thiess.

Foto Yoel salah satu warga korban Kebakaran

Lebih lanjut ia menjelaskan, “Saya harus kehilangan rumah dan semua isinya yang berupa barang-barang elektronika; berupa 1 Set Computer, Televisi, mesin cuci dan lainnya.  Termasuk 1 unit motor Yamaha Aerox dari hasil kerja selama 2 tahun.” jelas Yoel dengan raut muka sedih. 

Petinggi Kampung Keay Martinus, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa telah terjadi kebakaran rumah warga di wilayah yang dipimpinnya.

“Benar telah terjadi kebakaran, dan menghanguskan 4 rumah warga. Menyebabkan 6 KK dan 22 jiwa kehilangan tempat tinggal,” tutur Martinus. 

Dan selanjutnya ia menambahkan,
“Saat itu warga terbangun karena mendengar teriakan dari sopir taxi dan sopir truk tangki perusahaan yang sedang lewat, saat keluar rumah,  melihat api sudah membesar dan melahap bangunan. Yang terbakar adalah rumah pak Ojik (74th) yang didepan yang terbuat dari papan, selanjutnya merembet ke rumahnya yang satunya, baru kemudian menyambar rumah Yoel dan rumah Yosef. Dalam musibah ini tidak ada barang yang bisa diselamatkan oleh pemiliknya.” lanjut Martinus.

Pria jebolan VEDC Malang yang baru 2 bulan menjabat Petinggi itu  menjelaskan warga langsung bergerak memberi bantuan.

“Dengan fasilitas seadanya, yaitu  dengan beberapa mobil pick up (penjual air tandon) masyarakat mulai memadamkan api. Baru kemudian datang bantuan Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Kutai Barat sebanyak 5 unit  ikut memadamkan api.” jelas Petinggi Keay.

Saat Awak media SUDUTBERITA.com sampai di lokasi terlihat puing- puing kebakaran.
Secara gotong royong masyarakat kampung mendirikan tenda darurat dan memberikan bantuan sembako.

Sementara belum ada datang bantuan dari Pemerintah atau Dinas terkait, karena infonya sedang ada acara Karnaval Natal dan Open House Natal di rumah Dinas Bupati.

Menurut Andreas yang ditemui media dilokasi kebakaran menuturkan, bahwa Dinas Sosial Kutai Barat sedang mempersiapkan bantuan.

“Dinas Sosial sudah diberitahu tentang musibah ini, dan infonya Dinsos sedang mempersiapkan peralatan tenda dan bantuan lainnya. Sebentar lagi akan menuju kesini.” Jelas Pria yang mengenakan baju TAGANA. (Paul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *