SUDUTBERITA.com, Pangkep, Sulsel – Sebanyak 50 sak Amonium Nitrate ilegal ditemukan Polisi Perairan Polres Pangkep. Dengan mengamankan penyelundupan bahan peledak ikan sebanyak 1 ton yang terbungkus ke dalam 50 karung masing-masing seberat 25 kilogram.

“Saat ini kami belum tahu taksiran harga berapa karena setiap daerah atau tempat berbeda – beda namun yang jelas ini ilegal karena buatan Jerman”, jelas Kasat Polairut.

Pupuk ammonium nitrate tersebut ditemukan di Pulau Makarangana, Desa Sailus Besar, Kecamatan Liukang Tangaya, Rabu 27 November lalu. Diketahui, pulau Makarangana berjarak 250 mil dari pelabuhan Maccini Baji, Labakkang, Kabupaten Pangkep.

Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji, SIK, pun mengatakan pupuk cap Matahari ini ditemukan saat Kasatpolair Polres Pangkep, Iptu Deki Marizaldi bersama jajarannya melakukan patroli rutin di wilayah Kecamatan Liukang Tangaya.

“Ketika ditemukan, pupuk fertilizer made in Jerman dengan cap matahari ini dalam keadaan tertimbun tanah sedalam satu meter dan tertutup terpal dan kayu,” kata Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji di aula Mapolres Pangkep,

Lanjut Ibrahim, Pupuk amunium nitrate ini sering kali disalahgunakan kegunaannya, salah satunya untuk membuat bom ikan untuk kejahatan ilegal fishing. Bahan peledak itu diamankan di sekitar perairan Lombok dan Bali.

Kasat Polair Polres Pangkep IPTU Deki, menambahkan hingga saat ini pihaknya masih menyelidiki dan mengumpulkan bahan keterangan terkait pemilik pupuk tersebut.

“Saat ini polisi sudah melakukan pengembangan dari hasil barang temuan tersebut. Kami masih belum mendapatkan identitas pelakunya, namun ke depan pasti kita akan ditindaklanjuti terkait barang temuan ini,”jelasnya.Selasa (3/12/2019).

Barang temuan berupa pupuk fertilizer made in Jerman dari luar negeri ini, jelas itu ilegal, dan merupakan bahan selundupan, karena tidak resmi masuk dari Indonesia. (Mita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *