SUDUTBERITA.com – Kutai Barat (Kaltim) | Kesadaran masyarakat Kutai Barat terhadap pentingnya vaksinasi semakin tinggi. Hal ini nampak dalam jumlah kehadiran di gerai vaksin Polres Kutai Barat maupun Kodim 0912/Kbr. Bahkan warga rela antri berjam-jam menunggu giliran untuk divaksin.

“Untuk memperkuat anti body,” sebut Desiana (23 th) asal kampung Engkuni Pasek kecamatan Barong Tongkok diwawancarai SUDUTBERITA.com selepas mengikuti vaksin dosis pertama di Polres Kutai Barat, Sabtu 14/08/21

Foto: Desiana asal kampung Engkuni Pasek sehabis divaksin

Memang awalnya Desi sempat merasa takut sebelum divaksin.

“Sempat deg-deg kan. Pas vaksin nggak terlalu sakit, kaya digigit semut gitu. Sekarang sudah lega setelah divaksin,”ucapnya lega.

 

Sedangkan Faisal siswa kelas 1 MTS  Melak yang baru berusia 12 tahun nampak agak grogi saat mau divaksin oleh petugas mengatakan agak sakit.

“Agak sakit.” katanya singkat dengan wajah terlihat masih sedikit pucat setelah divaksin.

Foto: Faisal (12 th) saat divaksin oleh petugas di Polres Kubar

Boy Alvian Lihawa, Ketua ormas Macan Dahan Kutai Barat yang juga baru pertama menerima vaksin mengaku tidak ada rasa meski disuntik. 

“Yang bilang kaya digigit semut itu saya rasa tidak ada. Malah saya tidak sadar kok sudah selesai,”sebut Boy.

Pihaknya mendukung penuh program pemerintah dan
mengajak masyarakat mendukung program vaksin tersebut.

“Kami dari ormas Macan Dahan mendukung sepenuhnya, untuk pemutusan mata rantai covid-19. Demikian juga kebijakan bupati Kutai Barat agar covid-19 ini segera selesai,” ucapnya.

“Kami juga mengimbau semua masyarakat Kutai Barat agar mendukung program pemerintah pusat maupun daerah tentang pemutusan mata rantai covid-19,”harap Boy.

Foto: Boy Alvian Lihawa Ketua ormas Macan Dahan Kutai Barat

Ia mengapresiasi pelayanan vaksinasi oleh Polres Kubar, sehingga masyarakat bisa mendapat vaksin.

“Luar biasa, kami jempol kepada Polres Kutai Barat dengan adanya vaksin ini. Dan pelayanan kepada masyarakat dari golongan manapun yang dilayani dengan baik,”pungkas pria yang gemar memakai aksesoris cincin dan kalung dengan mata batu akik berukuran besar itu.

 

Animo masyarakat yang begitu tinggi, membuat aparat kepolisian ektra menjaga protokol kesehatan. 
Bagi warga yang sudah membawa formulir dipanggil kedalam halaman polres secara berkelompok dan berbaris dengan tetap menjaga jarak menunggu giliran. 
Sedangkan warga yang bergerombol di depan gerbang dan belum membawa formulir diminta datang pada pelaksanaan vaksinasi berikutnya dengan lebih dulu mendaftar ke klinik Polres dan Kodim 0912/kbr.

 

Sementara itu, Rabiatul Jumarpi warga RT. 05 Melak Ilir kecamatan Melak dan banyak warga lainnya terpaksa harus kembali pulang karena saat datang ke Polres dan Kodim formulir sudah habis.

“Saya mendapat undangan untuk mendaftar ke kodim dan polres melalui pesan WhatsApp. Namun saat ditanyakan ternyata kuotanya sudah habis. Jadi harus menunggu pelaksanaan berikutnya.” cerita ibu yang harus menitipkan anaknya yang baru berusia 1 tahun ke kerabatnya. Senin 16/08/21

 

Menurut pantauan media ini gelar pelayanan vaksin dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 ini berjalan lancar.
(SB/PSB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *