SUDUTBERITA.com – Samosir | Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 80 tentang bentuk dan penggolongan SIM, penyandang difabel/disabilitas diperbolehkan mengendarai sepeda motor di jalan raya.

Kepolisian Resort Samosir penuh semangat motto melayani dengan kasih telah memberikan kesempatan bagi kalangan difabel untuk menggunakan kendaraan bermotor di Wilayah hukum-nya (wilkum).

“Dengan demikian, masyarakat penyandang disabilitas tetap bisa beraktivitas sebagaimana orang normal pada umumnya,” sebut Kasat lantas Polres Samosir, AKP Syamsul Arifin Batubara. Kamis 25 Februari 2021.

Adapun kegiatan yang dilakukan oleh personil adalah menyediakan fasilitas untuk mempermudah kaum difabel dalam pembuatan SIM sesuai dengan program 100 hari kerja Kapolri. 
Fasilitas yang disediakan seperti kursi roda, ruangan khusus serta toilet yang biasa digunakan kaum difabel.

Untuk mengurus SIM kaum difabel semua persyaratan yang sudah ditentukan harus dilengkapi sehingga proses pembuatan SIM bisa berjalan dengan lancar. 

Apabila dalam mengendarai sepeda motor di jalan raya tidak dapat menunjukkan SIM, petugas akan memberikan sangsi tilang.

“Untuk itu kepada masyarakat penyandang difabel yang belum memiliki SIM segera mengurus demi kenyamanan dan keselamatan dijalan raya.” tegasnya.

(SB/Hard’s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *