SUDUTBERITA.com – KUTAI BARAT (Kaltim) | Pihak Kepolisian Resor (Polres) Kutai Barat menegaskan akan memproses Kasus pelaku illegal fishing (Setrum ikan) di kampung muara Beloan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kutai Barat.

“Akan diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” sebut Kasat Reskrim AKP I Made Suryadinata saat dikonfimasi awak media melalui sambungan Telepon seluler, Selasa 31/08/21 malam.

BACA JUGA :
Perusak Umbul-umbul HUT RI di Kampung Belian Warga Menduga Dilakukan Oleh Pelaku Ilegal Fishing

Untuk menindaklanjuti perkara tersebut pihak kepolisian telah memanggil saksi pelapor, yakni Kepala Kampung Beloan Rudi Suhartono,

“Betul (sudah diperiksa) sebagai saksi pelapor.
Karena kondisinya mereka ini para terlapor yang mengamankan kemarin adalah masyarakat.
Beliau sebagai yang dituakan maka beliau yang bawa mereka ke Polres untuk selanjutnya kita mintai keterangan.
Kita akan proses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.” ujar I Made Suryadinata.

BACA JUGA :
Pak Polisi Cepat Dong Diproses Ilegal Fishing di Kampung Muara Beloan, Sangat Resahkan Warga

Sementara itu Rudi Suhartono sebagai pelapor menegaskan warga kampung Beloan meminta proses pelaku setrum ikan untuk diproses secara hukum.

“Masyarakat meminta agar proses hukum kepada pelaku illegal fishing harus diteruskan,”kata Kepala Kampung Muara Beloan Rudi kepada media ini. Selasa 31/8/21

BACA JUGA :

Tidak Jera Nelayan Pasang Lagi Jaring Kelambu di Danau Jempang Seusai Dirazia Tim Gabungan

Sebelumnya telah diberitakan oleh SUDUTBERITA.com telah terjadi penangkapan pelaku illegal fishing oleh Tim terpadu yang dipimpin kepala kampung Muara Beloan Rudi. Selasa 03/08/21

Razia itu melibatkan Lembaga Adat Kampung dan Linmas kampung Muara Beloan termasuk Rusli salah satu korban perusakan alat tangkap.

Tim berhasil memergoki 4 orang yang tengah melakukan penangkapan ikan dengan cara setrum di Sungai Dapati dan Sungai Langan, Kampung Muara Beloan. 

Rudi mengaku salah satu pelaku inisial Sy sempat melakukan pengancaman dengan parang.

Untungnya tidak ada korban jiwa, karena Tim segera menghindar dari ancaman sajam tersebut. 

“Kasus pengancaman sajam sudah dilaporkan kepada Polsek Muara Pahu. Kini tengah diproses hukum,”terang Rudi ketika itu. Sabtu 21/08/21

Adapun keempat oknum warga itu antara lain 3 orang warga RT 3 berinisial Am, Ra, dan Rd. Kemudian satu orang warga RT 2 Kampung Muara Beloan berinisial Sy. (SB/PSB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *