Sudutberita.com, Madina (SUMUT) – Isi curahan hati terdakwa Rahmadsyah lubis di persidangan hari ini kamis (23/012020) atas kasus Taman Raja Batu Kabupaten Mandailing Natal. Adapun pleidoi tertulisnya adalah sebagai berikut:

Pledoi Tertulis Saya

Rahmadsyah Lubis
Bismillahirohmanirohim.

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

Hakim Ketua dan Para Hakim Anggota Majelis Persidangan yang saya muliakan.
Saudara Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati.

Perkenankanlah saya menyampaikan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga dapat hadir di persidangan ini

Pertama tama saya memohon ampun kepada Allah swt karena saya sangat yakin Allah menegur saya dengan masalah ini karena dia sayang kepada saya dan dia ingin menyelamatkan saya dari pergaulan yang salah , selama 6 bulan didalam rutan saya seperti terlahir kembali , terkadang saya bersyukur dengan teguran ini saya banyak belajar lagi tentang agama dan lebih banyak waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah , semoga Allah istiqomahkan saya agar selalu melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya meskipun saya sudah berada diluar nanti.

Saya menyampaikan rasa hormat serta terimakasih kepada Hakim Ketua dan Para Hakim Anggota Majelis Persidangan ini yang telah benar benar bersusah payah didalam mengadakan dan melakukan serta memimpin pemeriksaan perkara ini sehingga segala sesuatunya telah dapat diketahui secara jelas.

Dan juga telah pula memberikan waktu dan kesempatan kepada saya baik sewaktu pemeriksaan dipersidangan maupun waktu menyusun nota pembelaan saya yang secara tertulis ini guna menjadi bahan bandingan didalam pertimbangan majelis dalam menentukan keputusannya

Saya juga memohon ampun kepada Almarhum Ayah saya , dan Almarhumah Ibu saya selama ini saya kurang berbakti kepada mereka karena sibuk akan urusan dunia yang hanya sementara ini, bahkan di akhir usia Ibu saya beliau sempat kecewa, karena saya sering tidak pulang ke rumah bahkan, untuk urusan penting keluarga karena patuhnya saya pada perintah Bapak Bupati pada waktu itu.

Saya juga mau meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada istri saya nenny juliani nasution, perempuan yang selama belasan tahun ini telah mendampingi dan mendukung saya dari nol sampai saat saya terpuruk seperti ini pun, dia masih setia mendampingi saya karena saya yakin bahwa Allah tegur saya bukan karena bangunan taman raja batu tapi karena banyak kesalahan dan juga kekhilafan yang sering sekali saya lakukan pada istri saya ini ”maafkan saya bunda“.

Saya juga mohon maaf pada ketiga anak-anak saya Raja, cinta, mutiara ..maaf ayah terlalu sibuk dengan urusan ayah sehingga ayah jarang dan hampir tidak ada waktu buat kalian … maafkan ayah naaak .. maafkan ayah

Dari saya kecil ayah saya sudah meninggal dunia dan saya belum sempat puas merasakan kasih sayang seorang ayah , Bapak Bupati Mandailing Natal lah selama ini yg sudah saya anggap sebagai ayah saya , karena itu saya sangat loyal dan menghormati beliau , saya mengikuti perintah untuk mengerjakan pembangunan Taman Raja Batu karena saya percaya pada beliau yg selalu dan sering mengatakan bahwa Dia yang akan bertanggung jawab bila ada sesuatu terjadi , alasan lain mengapa saya juga mau mengikuti perintah itu adalah karena rasa bangga dan bahagia nya saya saat mengetahui , bahwa Bapak Presiden RI , yaitu Bapak JOKO WIDODO akan mengunjungi taman itu , orang no 1 di Negara kita yang akan mengunjungi tempat yang akan kami bangun ..itu merupakan suatu kehormatan besar buat saya . Itulah alasan saya sebagai pelaksana tugas mematuhi perintah itu , Alhamdulillah Taman Raja Batu itu sampai detik ini masih berfungsi dengan baik dan selalu digunakan untuk acara acara tingkat nasional , propinsi dan kabupaten , masih tetap berguna buat masyarakat disana , dan menjadi icon kabupaten Mandailing Natal , Sampai detik ini .

Karena itu kepada Pak Hakim yang terhormat saya mohon berilah hukuman yg seadil adilnya dan seringan ringan nya kepada saya pak , karena saya mempunyai tanggung jawab yaitu istri dan 3 anak saya yang masih kecil kecil dan sangat membutuhkan saya pak , sayalah tumpuan harapan mereka pak , selama ini sayalah yang menjadi tulang punggung keluarga saya pak , hanya saya harapan keluarga dan adik adik saya pak hakim …
Kepada istri saya nenny juliani nasution , anak anak saya Raja Cinta Tiara , kepada pengacara saya , kepada Bapak Hakim , kepada bapak dan ibu jaksa , saudara ” saya , sahabat sahabat saya , wartawan ” media cetak dan elektronik saya ucapkan banyak terimakasih atas semua doa ” , dan perhatiannya selama ini kepada saya . Semoga Allah membalas kebaikan saudara ” sekalian dan memberikan hidayah kepada orang orang yang mendzolimi saya

Ada pepatah keadilan berkata :
Apabila seseorang memperlakukan anda dengan tidak adil, anda dapat melupakannya tetapi apabila anda melakukan hal itu anda akan ingat selama nya dan hati nurani adalah suara abadi dari pada kebenaran dan keadilan yaitu suara yang tidak dapat dibungkam oleh apa pun juga.

Demikianlah nota pembelaan saya ini saya buat dan kiranya mohon kepada bapak majelis hakim untuk memakluminya.

Hormat saya

Rahmadsyah Lubis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *