SUDUTBERITA.com – Kutai Barat (KALTIM) | Perusakan umbul-umbul perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI terjadi di Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, kabupatem Kutai Barat. Kamis 19/8/21. 

Umbul-umbul milik Pemerintah Kampung yang dipasang di RT 02, Jembatan Pelangi Merah Putih itu terlihat sengaja disobek.

Warga menduga perusakan itu dilakukan beberapa oknum yang  ada kaitannya dengan kegiatan tim terpadu ilegal fishing kampung Muara Beloan. Sebab selain umbul-umbul, peralatan nelayan setempat juga dirusak.

“Alat sangga saya diparang pak. Ya robek dan rusak. Kok saya juga jadi sasaran,” terang Rusli, Pelaksana tugas Ketua RT 3 Kampung Muara Beloan. 

Diketahui sebelumya, Tim terpadu yang dipimpin kepala kampung Muara Beloan Rudi Suhartono, melakukan razia di pesisir sungai Mahakam, Selasa (3/8/2021).

BACA JUGA :

Pak Polisi Cepat Dong Diproses Ilegal Fishing di Kampung Muara Beloan Sangat Resahkan Warga

Razia dilakukan dengan melibatkan Lembaga Adat Kampung dan Linmas kampung Muara Beloan termasuk Rusli salah satu korban perusakan alat tangkap.

Saat itu Tim berhasil memergoki 4 orang yang tengah melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat setrum di Sungai Dapati dan Sungai Langan, Kampung Muara Beloan. 

Menurut Rudi salah satu pelaku tersebut  berinisial Sy,  dan ia sempat melakukan pengancaman dengan parang. Namun Tim segera menghindar dari ancaman sajam tersebut sehingga tidak terjadi korban.

“Kasus pengancaman sajam sudah dilaporkan kepada Polsek Muara Pahu. Kini tengah diproses hukum,” terang Rudi Suhartono.

Adapun keempat oknum warga itu antara lain 3 orang warga RT 3 berinisial Am, Ra, dan Rd. Kemudian satu orang warga RT 2 Kampung Muara Beloan berinisial Sy. 

Kasus tangkap ikan dengan setrum sudah dilaporkan dan tengah diproses di Polair Polres Kubar, namun demikian keempat pelaku tidak ditahan. 

Dengan belum ditahannya para pelaku oleh fihak berwenang  menjadi kekecewaan warga.
Terlebih pelaku setrum lainnya setelah kejadian itu kembali melakukan aksi setrum ikan di sungai dan danau di wilayah Kampung Muara Beloan sehingga sangat merugikan nelayan tradisional yang berjumlah 95 persen dari 757 jiwa

“Sehingga warga hanya bergantung dari perikanan tradisional dan tidak ada usaha lain. Akibat maraknya setrum ikan terus berkurang dan mengancam hilangnya mata pencaharian warga,” katanya.

Terlebih, jauh sebelum perusakan umbul-umbul, ada sejumlah kejadian di kampung Muara Beloan yang meresahkan warga.

Papan pengumuman Illegal Fishing di pinggir Sungai Beloan juga rusak ditebang dan hilang beberapa bulan lalu.

Bahkan aksi kriminalitas lainnya juga kerap terjadi di Muara Beloan. Yakni belasan sepeda motor warga dan satu unit motor milik pemerintah kampung di parkir di Rengas, sekitar 5 km dari kampung turut dirusak. 

BACA JUGA :

Kasus Setrum Ikan di Muara Beloan Akhirnya Ditangani Satreskrim Polres Kubar

Kepala Adat Muara Beloan Hermadi berharap pelaku setrum harus ditindak tegas.
 
Terlebih pelaku setrum lainnya setelah kejadian itu kembali melakukan aksi setrum ikan di sungai dan danau di wilayah Kampung Muara Beloan.

Menurut Hermadi, warga setempat tidak mau main hakim sendiri dan memilih lapor ke aparat berwajib.

“Kami percaya kepada penegak hukum yang bisa memproses hukum kepada pelaku setrum,” kata Madi dan Rudi.

Sementara terkait kasus perusakan atribut HUT ke-76 Kemerdekaan RI, pihak pemerintah kampung akan melaporkan kepada penegak hukum. 

Menurut Rudi dan Madi, perbuatan ini tidak saja merusak wibawa pemerintah kampung, tetapi mencederai Kemerdekaan bangsa.

“Pelakunya harus diungkap dan ditindak hukum. Jika tidak maka ini bagian dari ancaman kita bersama,” tegasnya.

Sementara itu Kapolsek Muara Pahu Iptu M. Syafi’i saat dihubungi melalui sambungan seluler menyebut belum ada laporan terkait perusakan umbul-umbul.

“Belum ada laporan, cuma baru pemberitahuan kemarin saja,” ujar Kapolsek.
“Secara resmi belum.” sambungnya. Sabtu pagi 21/08/21. 
(SB/PSB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *