SUDUTBERITA.com, Labura – Pihak pengamanan PTPN IV perkebunan Berangir, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhan batu Utara (Labura) yang dipimpin oleh Korkam beserta BKO dan anggota satpam provider berhasil meringkus atau menagkap pencurian Tandan Buah Segar(TBS) kelapa sawit di Afdeling II blok 05.S, Sabtu (6/6/2020)

Dari relies yang diterima media online sudutbrita Selasa (9/6/2020) setelah diintrogasi diketahui pelaku pencurian produksi buah kelapa sawit tersebut mengaku bernama Widianto als Dian, (28) warga Pasar Lori Kampung Kidul Desa Pasang Lela. Kecamatan. Na IX-X, dan satu orang lagi atas nama Putra (33) berdomisili di tempat yang sama dengan tersangka satu orang atas nama Dian , berhasil melarikan diri saat akan ditangkap dan saat ini masih dalam pencarian pihak kepolisian.sertor Na lX – X kecamatan aek kota batu.

Sedangkan barang bukti yang berhasil di amankan dari pihak pelaku pencurian sat ini, ada sekitar 6 (enam) tandan Buah Kelapa Sawit (TBS).

Wira Pratama Putra, selaku Asisten Personalia Kebun mengatakan pelaku telah diamankan dan diserahkan ke Mapolsek NA IX-X. Aek kota bati

“Pelaku dan barang bukti sudah kita serahkan ke Polsek NA IX-X guna untuk proses hukum lebih lanjut sesuai dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) nomor STPL/ 36/VI/2020/SU/LBH/SEK NA IX-X”, kata Wira.

Managemen PTPN IV kebun Berangir berharap agar pihak kepolisian menjerat tersangka dengan menggunakan Undang-Undang Perkebunan nomor 39 tahun 2014 dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 4 (tahun) atau denda paling banyak 4 miliar sesuai pasal 107 d Undang-Undang tersebut.

Selain itu kami berharap agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini sampai kepada penadah, ( pembeli) karena kami menduga pelaku sudah beberapa kali melakukan pencurian TBS dan berdasarkan keterangan tersangka pernah dilaporkan ke polisi karena melakukan pemukulan terhadap petugas keamanan di Kebun Berangir pada tahun 2014 silam.

“Kami tetap mendukung para penegak hukum untuk memproses para pelaku pemanen secara tidak sah yang sudah tertangkap sesuai dengan hukum yang berlaku, demi tegaknya supremasi hukum diwilayah perkebunan PTPN IV Kebun Berangir yang merupakan BUMN milik negara. ” ujar Agus R.V.Lumbantobing, selaku Manajer PTPN IV kebun Berangir. ( sb/Herwin sip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *