SUDUTBERITA.com – KUTAI BARAT (Kaltim) | Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Barat Bayu Prasmesti menyatakan pihaknya akan melakukan banding terhadap putusan hakim dalam perkara tindak pidana korupsi DD Kampung Dasaq kecamatan Muara Pahu Kutai Barat. Sebab vonis hakim jauh dari tuntutan JPU yakni 6 tahun penjara serta denda Rp 200 juta.

“Kita masih punya tenggang waktu 7 hari untuk berpikir-pikir. Tapi banding pasti karena terlalu jauh disparitas antara tuntutan dan vonis,”ujar Bayu saat konferensi pers di kantor Kejari Kubar Jalan Sendawar Raya kecamatan Barong Tongkok kota Sendawar, Kamis 2/9/21.

BACA JUGA :

JPU Tuntut 6 Tahun Penjara 4 Terdakwa kasus Korupsi DD Kampung Dasaq Kabupaten Kutai Barat

Sebelumnya Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Samarinda Kalimantan Timur menyatakan bersalah terhadap empat orang perangkat kampung Dasaq Kecamatan Muara Pahu kabupaten Kutai Barat dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Samarinda. Rabu 1/9/21

Mereka dinyatakan bersalah melakukan korupsi dana desa tahun 2017. 

Foto : Humas Kejari Kubar / JPU dalam pembacaan tuntutan

Adapun putusan Hakim yakni pidana penjara 4 tahun kepada Mardonius Raya selaku kepala kampung Dasaq.
Yeheskiel dan Fahril Husaini dijatuhi hukuman penjara 1 tahun 6 bulan penjara. Sedangkan Novia Betsi hanya dihukum satu tahun penjara.

Selain kurungan penjara para terdakwa diwajibkan membayar denda yakni untuk Mardonius Raya sebesar Rp 200 juta.  Sedangkan untuk Yeheskiel, Fahril Husaini dan Novia Betsi. Masing-masing Rp 50 juta.

“Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan untuk Terdakwa I: Mardonius Raya anak dari Rampan (Alm)  selama 3 (tiga) bulan dan untuk Terdakwa II: Yeheskel S.Pd Anak dari Enos Atak (Alm), Terdakwa III: Novia Betsi Anak dari Deraman Lena dan Terdakwa IV: Fahril Husaini Bin Sawa (Alm) masing-masing selama 1 (satu) bulan,”sebut tim majelis hakim.

Majelis hakim PN Samarinda juga mewajibkan para terdakwa membayar uang pengganti sebagai pemulihan kerugian negara dari total Rp 513 juta. Namun hanya tiga orang yang diwajibkan mengembalikan uang pengganti. 
Antara lain Mardonius Raya  Rp420.722.260. sementara Yeheskel dan Fahril Husaini masing-masing Rp38.000.000. Sedangkan Novia Betsi yang sejak awal sudah mengembalikan uang Rp 17.000.000 tidak lagi dikenakan uang pengganti.

Uang pengganti itu wajib dibayar paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap.

“Jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara untuk Terdakwa I: Mardonius Raya 6 (enam) bulan, dan Terdakwa II: Yeheskel S.Pd dan Terdakwa IV: Fahril Husaini masing-masing selama 1 (satu) bulan,”terang majelis Hakim yang dipimpin Lucius Sunarno selaku hakim ketua, dan Muhmmad Nur Ibrahim serta Aswin Kusmanta selakau hakim anggota.

Masa kurungan penjara bagi keempat terdakwa akan dikurangi masa penahanan yang telah dijalani terdakwa.

Sementara itu Yunanto, penasihat hukum terdakwa Yeheskiel dan Fahril Husaini mengatakan kliennya tidak akan banding karena vonis hakim sudah cukup rendah.

“Mereka sudah terima, karena menurut kita itu sudah cukup rendah lah,”kata Yunanto dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (1/9/2021).
SB/PSB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *