SUDUTBERITA.com – Gresik | Sikap arogansi dan jumawa kembali ditunjukkan oleh Iwan pemilik CV. Kawan Tani Sejati dengan cara melakukan ancaman dan pelecehan kepada team LPI Tipikor RI untuk yang kedua kalinya. 

Setelah sebelumnya diberitakan oleh media ini terkait dilaporkannya Iwan, owner CV. Kawan Tani Sejati dengan kasus dugaan pengancaman.

Yang mana sampai saat ini  kasusnya belum selesai dan masih dalam proses penyidikan pihak yang berwajib, namun yang bersangkutan masih terus saja melakuan pengancaman dan pelecehan dengan mengirimkan ucapan tidak senonoh kepada Moch. Hasan Team LPI TIPIKOR RI (Jatim) dalam bentuk pesan suara melalui aplikasi WhatsApp, tanggal 9 Februari Jam 16.12 WIB.

Baca juga:
https://www.sudutberita.com/hukum/diduga-rugikan-negara-dan-lakukan-pengancaman-pemilik-cv-kawan-tani-sejati-dilaporkan-ke-polisi-oleh-dpp-lpi-tipikor-ri-jatim

Kepada wartawan  SUDUTBERITA.com, Moch. Hasan Ketua team LPI TIPIKOR RI, dirinya menjelaskan bahwa tindakan owner pupuk CV. Kawan Tani Sejati itu sangat melecehkan kepada Lembaga nya, yaitu LPI TIPIKOR RI.
Bahkan yang bersangkutan juga mengucapkan kata-kata yang tidak senonoh. Rabu 10/9/2021

Moch. Hasan SH, Ketua LPI Tipikor Jatim
Moch. Hasan SH, Ketua LPI Tipikor Jatim

 

Menurut penelusuran media ini, dalam pesan suara WhatsApp yang dikirim Iwan kepada Hasan terdengar pesan yang mengatakan ingin bertemu untuk selesaikan secara kekeluargaan,
“…hallo bro…, waras bro… Kiro-kiro kapan iso ketemu bro?. piye ngono lho.. damai tah? … piye yo… mengko tak wenehi dhuwek sing akeh awakmu ya…”

(Red.: ..hallo bro…, sehat bro…, Kapan kira-kira kita bisa ketemu bro? Gimana gitu lah… damai kah?… gimana ya… nanti kukasih uang yang banyak kamu…),

Ini dikutip seperti yang terdengar dalam pesan suara WhatsApp dengan nada mengejek.

Untuk hal itu Hasan menegaskan bahwa Lembaganya merasa dilecehkan dan dihina, “Kami merasa keberatan sebab Lembaga kami dilecehkan.
Karena itu kami sudah berkomunikasi dengan LPI TIPIKOR Pusat Jakarta.
Dan kami sepakat, bahwa kasus pengancaman dan penghinaan / pelecehan. Ini harus diproses secara hukum sesuai SOP kepolisian Republik Indonesia.” tegas Hasan.

Selanjutnya Hasan meminta, katanya, “Kami mengharapkan pihak Polres Gresik segera mengamankan Iwan owner CV. Kawan Tani Sejati yang masih belum diamankan. Bahkan sekarang berulah kembali melakukan pengancaman kepada kami selaku Lembaga Eksekutive Pengawasan Dan Investigasi Republik Indonesia.” 

Mengakhiri percakapannya Hasan menegaskan,  “Pengancaman kedua kalinya ini, kami akan bawa ke Polda Jatim apabila pihak jajaran Polres Gresik (penyidiknya) tidak tegas terhadap owner Pupuk CV Kawan Tani Sejati atas nama: Iwan.” tutup Moch. Hasan.

(SB/Hs/msr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *