SUDUTBERITA.com – KUTAI BARAT (Kaltim) | Kantornya digeledah tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kutai Barat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Silvanus Ngampun mengaku tidak tahu apa masalahnya. Namun demikian ia tetap menghormati proses hukum yang tengah dilakukan Kejaksaan.

“Sebagai warga negara yang taat hukum ya kita ikuti proses saja. Yang jelas Kita sudah melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan aturan.”ucap Ngampun kepada wartawan pasca penggeledahan di kantornya, kompleks pemkab Kubar, Selasa sore. 21/9/21

“Kalau ada pihak lain yang melihat ada yang kurang ya silakan, nah kita ikuti aturan,”sambungnya.

BACA JUGA : Di Disdikbud Kutai Barat, Tercium Bau Tak Sedap Pengadaan Seragam Sekolah

Silvanus Ngampun mengaku sejumlah dokumen yang diminta sudah diserahkan ke pihak Kejaksaan. Namun demikan ia berujar tidak tahu persis dokumen apa saja dan alasan apa sehingga pihaknya diselidiki Kejari.

Sebagai penanggungjawab Pengguna Anggaran (PA) menurut Ngampun ia hanya tahu bahwa pihak Kejaksaan melakukan penyidikan di kantornya terkait pengadaan seragam sekolah tahun 2018.

“Sejauh yang ada pada kami sudah serahkan. Kalau yang tidak ada pada kami ya tidak bisa menyerahkan tidak ada. Nda tahu yang mereka perlukan apa, yang jelas kita sudah serahkan berkas yang diminta,”katanya.

Foto : Saat tim Kejari geledah ruang arsip

Dia merasa pihaknya sudah bekerja sesuai aturan. Memang, sebelumnya kegiatan pengadaan seragam sekolah pernah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun hal tersebut sudah diselesaikan.

“Kalau kami sudah ikut aturan. Dalam pelaksanaan pengadaan sudah sesuai aturan. Kalau tanya apa masalahnya saya enggak tahu. (Temuan BPK) ada sudah selesai semua. Sudah nda ada lagi,”tegasnya.

Baca JUGA : Terkait Dugaan Korupsi 5 M pengadaan Seragam Sekolah, Tim Kejari Kubar Geledah Kantor Disdik Kutai Barat

Permasalahan muncul dalam
pengadaan seragam sekolah yang diperuntukkan bagi peserta didik tingkat SD sampai SMA.
Adapun barang tersebut dibeli oleh Dinas Pendidikan tahun 2018 sebanyak 30 ribu lebih stel menggunakan anggaran APBD Kabupaten Kutai Barat.

“Sumber dana APBD 2018, saya baru masuk waktu itu. Seragam untuk SD, SMP SMA, MTs juga masuk disitu. Seragamnya 30 ribu lebih. Saya lupa angkanya,”sebut Ngampun.

BACA JUGA : Seriusi Dugaan Korupsi Proyek Seragam Sekolah, Kejari Kubar Geledah Kantor Disdik Dan DPMPTSP Kutai Barat

Sedangkan mengenai jumlah anggaran Ngampun mengaku tidak ingat lagi dan merujuk ke anak buahnya.

“Saya ngga ingat persis. Pak Yamon yang ingat itu,”jawab Ngampun.

“Yang menjadi masalah di kejaksaan apanya pak,”kejar awak media kepada Kadis Dikbud namun lagi-lagi hanya dijawab ‘tidak tahu’. (SB/PSB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *