KUTAI BARAT (Kaltim), SUDUTBERITA.com

| Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat selamatkan (memulihkan) kerugian uang Negara sebesar Rp 1.7 Miliar di kabupaten Mahakam Ulu.

Kepala Kejari Kubar, Bayu Pramesti SH MH menyebut dana tersebut berasal dari kegiatan pembangunan jaringan listrik dan jaringan listrik distribusi kampung.

“Kegiatan pembangunan jaringan listrik distribusi dan jaringan listrik kampung (distribusi) Kampung Mamahak Besar, Kecamatan Long Bagun,”ujar Bayu Pramesti SH MH, saat memberikan keterangan pers, didampingi Kasi Intelijen, Ricki Rionart Panggabean, Inspektur Inspektorat Mahulu, Budi Gunarjo Ompusunggu, serta pihak Asuransi Bosowa. di Kantor Kejari Kubar, Sendawar, Selasa (12/10/2021).

Foto : Uang pengembalian dari Asuransi Bosowa

Menurut Kajari, pemulihan kerugian keuangan negara di Kabupaten Mahulu tersebut, merupakan pengembalian Uang Pengadaan Jaringan Distribusi Listrik tahun 2019 yang dikerjakan oleh CV Tepian Sarana Elektrik dengan nilai kontrak Rp 6.626.470.146

“Adanya temuan BPK itu, sekarang semuanya sudah dipenuhi,”terang Bayu.

Yang mana dalam pekerjaan jaringan distribusi listrik tersebut, diputus kontrak atau tidak selesai dikerjakan dan dilakukan putus kontrak.
Kronologis perkaranya, berawal ketika Kasi Intelejen melakukan wawancara klarifikasi terhadap pejabat pembuat komitmen (PPK), dan juga pihak Asuransi Bosowa.

Diterangkan dari hasil wawancara klarifikasi tersebut, pihaknya berhasil memulihkan kerugian keuangan negara tersebut.
Adapun uang kerugian negara tersebut dibayar dalam delapan kali angsuran. Dari jumlah totalnya, sebelumnya disetor awal pihak terkait sebesar Rp 1,26 miliar.

“Pembayaran ke-8 (terakhir) sebesar Rp 652.288.305,- atau lunas. Semua akan disetor ke kas daerah,”jelas Kajari.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Kabupaten Mahulu, Budi Gunarjo Ompusunggu, menjelaskan bahwa dari temuan tersebut, BPK merekomendasikan didalam laporannya untuk membayar jaminan uang muka dan jaminan pelaksanaan.

“Hal itu terjadi, karena memang didalam kegiatan pekerjaan tersebut tidak selesai,”ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya selaku Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), selalu berusaha mendorong penyelesaiannya. Yakni tindak lanjut atas temuan-temuan hasil pemeriksaan BPK yang belum di tindaklanjuti sampai dengan saat ini.

“Temuan kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.778.288.305,35,- tersebut, yaitu dengan rekanan PT. Pesona Prima Gemilang. Nilai kontrak pekerjaan sebesar Rp 6,6 miliar. Ketika tidak selesai, maka konsekuensi JUR (Jaminan Uang Muka) dikembalikan,”terang Budi.

Foto : Penyerahan piagam penghargaan dari Pemkab Mahulu kepada Kejari Kutai Barat

Budi Gunarjo Ompusunggu selanjutnya atas nama Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh SH, memberikan penghargaan kepada Kejari Kubar terkait dengan pengembalian (pemulihan) kerugian negara tersebut.

“Sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kejari Kubar. Atas capaian dan prestasi dalam penegakan hukum melalui pemulihan kerugian keuangan negara. Dari klaim asuransi sebesar Rp 1,778 miliar,”pungkas Inspektur Inspektorat Kabupaten Mahulu, Budi Gunarjo Ompusunggu. (Red-SB/PSB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *