SUDUTBERITA.com – Kutai Barat | Tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada kegiatan program pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar oleh Kejaksaan Negeri Kutai Barat, JN dan AD tidak ditahan, namun diwajibkan lapor diri setiap hari Senin dan Kamis ke Kantor Kejari Kubar.

Terkait dengan hal tersebut Rabin Rahbani SH, penasehat hukum JN dan AD, saat ditemui awak media, Senin 19/4/2021) siang usai mendampingi kliennya wajib lapor ke kantor Kejari Kubar, mengatakan klien-nya tidak ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka karena alasan salah satu kliennya ada masalah dengan kesehatannya.

Rabin menyebut kliennya atas nama JN pernah mengalami kecelakaan mobil tahun 2015. Saat kecelakaan terjadi benturan di bagian kepala hingga membuat JN harus menjalani perawatan intensif.

“Beberapa tahun yang lalu beliau mengalami kecelakaan mobil. Jadi kepala beliau terbentur. Setelah kecelakaan itu beliau mengalami beberapa penyakit, hingga saat ini beliau masih dalam perawatan. 
Dan setiap satu minggu rutin melakukan pengobatan di Samarinda ,” terang Rabin Rahbani. 

Sebelumnya diberitakan oleh media ini, Ricky Rionart Panggabean, Kasi Intel Kejari Kubar, kepada awak saat konferensi pers di Kantor Kejari Kubar, menjelaskan yang menjadi pertimbangan belum ditahan keduanya adalah kendala kesehatan salah satu tersangka yang kurang baik. Namun demikian mereka diminta wajib lapor.

“Mudahan ini tidak dijadikan alasan atau kesempatan bagi tersangka untuk melarikan diri. Dan sejauh ini, kedua tersangka sangat koperatif. Maka oleh itu keduanya kita minta wajib lapor dua kali seminggu, Senin dan Kamis,” tegas Ricky Rionart Panggabean, Kamis, 15/04/21.

Foto: Ricky Rionart Panggabean, Kasi Intel Kejari Kubar

Baca juga: 
https://www.sudutberita.com/hukum/kejari-kubar-tetapkan-jn-dan-ad-pejabat-bpbd-kubar-sebagai-tersangka-kasus-karhutla/

Dijelaskan oleh Rabin, JN sempat kritis pasca kecelakaan enam tahun silam.

“Sampai keluar darah dari hidungnya, dari telinganya. 
Untuk sementara ini kepala beliau mengalami gangguan sehingga apa yang beliau ucapkan itu akan berubah-ubah termasuk mata beliau rabun, kabur. Jadi banyak penyakit yang menimpa beliau ini, ya komplikasi lah. Yang jelas sampai hari ini klien saya masih dalam perawatan medis,” ungkapnya.

Namun demikian menurut pengacara yang juga seorang Vlogger , faktor kesehatan bukan alasan yang dicari-cari untuk hindari proses hukum, faktanya JN memang sulit konsentrasi akibat penyakit yang dideritanya.

Ketika ditanya apakah masalah kesehatan akan dijadikan alasan dalam pembelaan terhadap kliennya saat dipersidangan nanti, ia masih mempelajarnyainya,

“Nah terkait faktor penyakit beliau ini kita masih pelajari apakah layak untuk menjadikan alasan membela beliau sampai nanti dilimpahkan ke pengadilan. Masih kita pelajari,” jawab Rabin.

Dalam perkara ini Rabin menyebut bahwa dirinya hanya mendampingi dua orang yang menjadi kliennya.

“Untuk sementara ini saya cuma mendampingi Klien saya JN dan AD. Nah terkait nanti ke depannya ada tersangka baru atau tersangka lainnya itu saya tidak tahu, itu kewenangan pihak Kejaksaan yang menilai yang melihat perkara ini,” ungkap pengacara Rabin.

“Nah mengenai kegiatan beliau di BPBD terkait perkara yang dituduhkan kepada beliau saya selaku penasehat hukum sampai saat ini masih mempelajari data-data atau dokumen-dokumen yang menjadi pokok perkara ini.” lanjut Rabin.


Kepada Kejari Kubar, terkait dengan tidak ditahannya JN dan AD, maka Rabin mengucapkan terima kasih.

“Kita berterima kasih kepada pihak Kejaksaan karena sudah sesuai aturan yang berlaku di negara kita (tidak menahan) orang yang sakit. orang yang kooperatif, orang yang mendukung perkara ini dengan baik. 
Ini bisa terungkap ke sana karena didukung dengan baik, tidak pernah klien saya itu berbelit-belit, tidak pernah. 
Sekali dipanggil, ditelepon pun datang untuk klarifikasi. Apa saja beliau datang tidak pernah mempersulit.” ucap Rabin Rahbani.

Sementara itu, mengingat kliennya dalam kondisi tidak sehat, ia meminta kepada awak media untuk menghubungi langsung Penasehat hukum (PH) jika ada yang perlu dikonfirmasi.

“Jadi saya juga mohon kepada teman-teman media jika ada konfirmasi atau klarifikasi karena saya penasihat hukum beliau hubungi saya. Karena beliau sampai saat ini belum bisa memberi keterangan karena terkait kesehatan beliau. Bilamana beliau menyampaikan keterangan maka komunikasi beliau tidak produktif (bisa merugikan diri sendiri),”pinta Rabin Rahbani.

(PSB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *