SUDUTBERITA.com – Kutai Barat | Kejaksaan Negeri Kubar (Kejari) kembalikan Berkas Penyelidikan kasus pemalsuan dokumen kendaraan dengan tersangka SS warga Muyub Ilir, kecamatan Tering, kabupaten Kutai Barat.

Terkait penjualan dan pemalsuan dokumen Kendaraan Berkas Penyelidikannya sudah dilimpahkan Polres Kutai Barat ke pihak kejaksaan.
Namun berkas tahap satu itu dikembalikan lagi oleh jaksa karena dinilai belum lengkap.

 

Mohammad Israq, kasipidum Kejari Kubar 

Ketika diwawancarai awak media di kantor Kejari Kubar Jln. Sendawar Raya, Mohamammad Israq Kepala seksi tindak pidana umum (kasipidum) Kejaksaan Negeri Kutai Barat menegaskan ada syarat materiil maupun formil yang masih harus dilengkapi lagi oleh penyidik Polres. 
“Yang kurang dari kelengkapan formil itu ada beberapa syarat administrasi, yang mungkin kurang nomer atau apa, dan materiilnya kita minta beberapa tambahan keterangan.” terang M. Israq. Senin  8/3/2021.

Tim Adhiyaksa diantaranya mempertanyakan jumlah kendaraan yang disita polisi. Menurut kasipidum dari rilisan polisi yang diberitakan media, ada 30 unit yang dibidik pihak kepolisian, dan sudah ada 7 unit mobil tanpa dokumen resmi telah disita dari tangan pembeli dan diamankan di polres. Tapi dalam berkas yang dilimpahkan  sebagai barang bukti hanya ada 1 unit.

“Yang saya dapatkan dalam berkas perkara berdasarkan hasil penelitian jaksa peneliti, di berkas perkara ada 1 unit sebagai barang bukti,” sebut Israq.

Israq mengatakan salah satu petunjuk atas pertanyaan tersebut adalah karena media sudah memberitakan barang bukti yang sudah diamankan ada 7 unit.

Walau dirasa janggal, namun Israq tak mau berpolemik.
Menurutnya, lebih memilih menunggu hingga berkas dinyatakan lengkap atau P21.

Menurutnya saat tahap dua nanti penyidik Polres akan melimpahkan tersangka beserta barang buktinya.

Israq menyatakan  penyidik polres masih punya waktu 14 hari guna melengkapi kekurangan berkas tersebut.
Pihaknya juga akan memberikan petunjuk soal barang bukti yang perlu dilengkapi kepolisian.

Secara terpisah kasat reskrim Polres Kubar AKP. Iswanto saat dihubungi salah satu wartawan mengatakan akan menjelaskan soal pengembalian berkas dan barang bukti yang tidak lengkap tersebut.
Memang saat konferensi pers di  Mapolres Kutai Barat 29 Januari 2021 lalu pihaknya membeberkan pengungkapan kasus mobil ilegal yang disebutkan ada 30 unit yang dibidik.
Kapolres Kubar AKBP Irwan Yuli Prasetyo ketika itu menyebut sindikat pembuatan dokumen palsu itu ada dua orang, yakni SS (41 Tahun) warga kampung Muyub Ilir kecamatan Tering, Kutai Barat dan satunya berinisial I, pria asal Sulawesi sebagai pembuat STNK palsu. Dan sampai saat ini I belum berhasil ditangkap.

“Untuk pelaku SS asli orang sini, untuk pelaku I sebagai pembuat dokumen palsu yang mungkin ada di Makasar atau di Jakarta. Setelah mengadakan penangkapan kepada sdr SS, ternyata sudah ada 30 unit mobil yang sudah dijual di Kutai Barat. Dan polres sementara baru mengamankan 7 unit mobil dan dokumennya. Berdasarkan saksi ahli baik material dan nokanosin (nomor rangka nomor mesin) dan nomer kendaraannya adalah palsu.” terang Kapolres saat konferensi pers.

Menurut penelusuran media ini seperti yang telah diberitakan oleh media sebelumnya, tersangka SS ditangkap dan diamankan polisi pada 23 Januari 2021 ketika akan mengambil STNK yang dikirim oleh rekannya.
Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 263 ayat 1 junto pasal 55 ayat satu KUHP dengan ancaman 6 tahun kurungan penjara.
(Her FM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *