SUDUTBERITA.com – Gresik    |Diduga melakukan pelanggaran Etiket merek dan pengancaman yang dilakukan pemilik badan usaha Pupuk CV. Kawan Tani Sejati Gresik  berujung dilaporkan ke Polisi  oleh Lembaga LPI TIPIKOR, dengan Lampiran (1) Berkas Nomor : 102/DPP-LPI TIPIKOR RI/I/2021 Perihal Laporan atau Pengaduan kepada Kapolres Gresik dan Kasat Reskrim Polres Gresik Jawa Timur.

Moch. Hasan Ketua Tim DDP LPI TIPIKOR RI (Jatim) menjelaskan kepada Awak Media SUDUTBERITA.com, saat menjankan tugas pengawasan dan  investigasi pupuk, ditemukan indikasi yang merugikan Negara, 
“Saat kami melaksanakan tugas pemantauan dan investigasi, terjadi dugaan pidana pemalsuan etiket merk yang merugikan negara. Bahkan saat investigasi ada pengancaman maupun terror terhadap team Investigasi (DPP LPI TIPIKOR RI), adapun bentuknya adalah melalui telfon Selular dengan nomor 0822454XXX yang mengaku atas nama (IW), pada Hari Sabtu tanggal 26/12/2020, pukul 16.20 Wib – 20.10 Wib,” paparnya.

Lebih lanjut Hasan memaparkan kronologisnya, pada hari Jumat tanggal 25/12/2020 jam 12.00 siang team Investigasi (DPP LPI TIPIKOR RI) mendapat laporan dari masyarakat Wadeng (yang tidak mau disebut namanya), “Bahwa ada pengusaha pupuk yang diduga melakukan pemalsuan pupuk non subsidi dengan Gambar dan Logo mirip punya PT. PETROKIMIA INDONESIA. Yang dikemas dan juga diduga tidak mengantongi ijin Siup, Ijin Industri, Ijin Lingkungan, Deptan, SNI dan NRP/NPWB,” papar Hasan.

Sambung Hasan, “Dengan adanya laporan masyarakat, team Investigasi Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawasan dan Investigasi tindak pidana Korupsi Republik Indonesia (DPP LPI TIPIKOR RI), mencoba mengklarifikasi dan konfirmasi kepada yang bersangkutan melalui telpon selular. Saat menghubungi kedua kali, yang bersangkutan justru merespon dengan nada keras dan terkesan melecehkan. dengan mengatakan tidak mau menemui team selain Polisi.” ucap Hasan.

Pada hari Sabtu 26/12/2020 jam 15.30 team investigasi berkunjung ke salah satu Gudang pengelolaan 
pupuk, di sana team bertanya pada pekerja pengolahan pupuk. Tentang siapa pemilik Gudang Pengolahan pupuk tersebut?. Yang kemudian diterangkan oleh para pekerja bahwa gudang milik Rozi. 
Sementara saat itu pemilik gudang tidak ada ditempat, dan team Investigasi disuruh menunggu.

Saat investigasi, team menemukan kemasan zak pupuk yang diduga ada pelanggaran penyalagunaan Merk. Dan team sempat mengambil dokumentasinya.

Berhubung waktu Investigasi sudah menjelang sore, team melanjutkan hari senin 28/12/2020 untuk 
Investigasi selanjutnya. 
Saat dalam perjalanan pulang, team mendapatkan dugaan terror dan nada ancaman lewat chatt WA dari IW.

“Apa yang di perbuat oleh pelaku kepada team kami, semua saya serahkan ke penegak hukum Polres Gresik, untuk diproses sesuai Undang undang yang berlaku.” ujar Hasan

Hasan melanjutkan, “Adapun yang mendasari laporan, adalah Undang undang ITE terkait pengancaman, sebagai diatur dalam  Pasal 29 Jo Pasal 45 Ayat (3) Undang undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi Elektronik (UU ITE) Berbunyi ;
  
Pasal 29 UU ITE Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak,mengirimkan Informasi Elektronik dan/Atau Dukumen Elektronik yang berisi Ancaman, kekerasan atau menakut nakuti yang di tujukan secara pribadi.

Menurut pasal 45 Ayat (3) UU ITE setiap orang yang memenui Unsur sebagai mana di maksud dalam pasal 29 di pidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau Denda paling banyak Rp 2000.000.000,-(Dua Milyar Rupiah).” pungkas Moch. Hasan.

(SB/Hsn priya sakti)

One thought on “Diduga Rugikan Negara dan Lakukan Pengancaman, Pemilik CV. Kawan Tani Sejati Dilaporkan Ke Polisi Oleh DPP LPI Tipikor RI Jatim”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *