SUDUTBERITA.com – Gresik | Mualimin merasa diintervensi oleh seorang oknum saat memberikan keterangan di Polres Gresik, Jln. Dr. Wahidin Shd no. 214 Gresik, Senin, 22 Februari 2021.

Ia datang menghadap untuk memenuhi surat undangan dari Kepolisian Resort Gresik yang dikirim dengan nomor: B/331/II/2021/Reskrim, tertanggal 19 Februari/2021, perihal: undangan klarifikasi dan permintaan keterangan serta data/dokumen.

Pemanggilan ini berhubungan erat dengan kasus pengancaman yang dilakukan Iwan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Iwan adalah pemilik  CV. Kawan Tani Sejati sebagai terlapor dengan kasus dugaan pengancaman tersebut. 

Baca juga:
https://www.sudutberita.com/hukum/diduga-rugikan-negara-dan-lakukan-pengancaman-pemilik-cv-kawan-tani-sejati-dilaporkan-ke-polisi-oleh-dpp-lpi-tipikor-ri-jatim

Setelah selesai dimintai keterangan oleh Bripka Rachmat Ridlo (penyidik) di ruang lidik IV Sat Reskrim Polres Gresik. 
Kepada media ini Mualimin, atau yang biasa dipanggil Alimin mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Ridlo berjalan dengan baik.
“Ada 12 pertanyaan yang diajukan dari pak Ridlo. Semua saya jawab dengan baik,” ucapnya.

Saat ditanya apa ada kendala dalam menjawab pertanyaan penyidik,  ia mengatakan merasa terganggu dengan kehadiran oknum anggota yang berinisial Dk yang dinilai melakuan intervensi kepadanya. “Sebenarnya saat dengan pak Ridlo sendiri enak sekali, saya khan menjawab semua 12 pertanyaan. 
Dan ada satu pertanyaan yang saya jawab, yang intinya bahwa ada pernyataan Iwan (terlapor) yang ingin ngglangsingi pak Hasan (red: memasukkan dalam karung), itu yang membuat pak Hasan tidak terima. ” papar Alimin.
Selanjutnya dia mengatakan, “artinya khan mau ngajak caruk, trus mau diglangsingi, dan semua itu diketik oleh penyidik, sebenanya bagi penyidik tidak ada masalah. Tapi tiba-tiba ada penyidik lain yang disampingnya pak Ridlo kok bicara vocal, mengintervesi saya,” ujar Alimin.

Ia menceritakan dengan nada jengkel, bahwa oknum tersebut bersikap dan berkata kasar mau mengatur, dengan mata melotot-melotot.

Menanggapi hal kejadian ini, saat dihubungi media ini, Aidil Fitri SH, Ketua Umum  DPP LPI TIPIKOR RI, sangat menyayangkan apabila ada oknum polisi melakukan intervensi kepada seorang saksi yang sedang dimintai keterangan oleh penyidik.
“Apabila kejadian itu benar, sebagai Ketua DPP LPI TIPIKOR RI, sangat menyayangkan dan menyesalkan tindakan salah satu oknum polisi tersebut. Siapapun tidak boleh melakukan intervensi kepada seorang saksi yang sedang dimintai keterangan oleh penyidik. 
Apalagi ada indikasi untuk mencoba meringankan terlapor. 
Ada apanya ini?
Diharapkan hal ini tidak terjadi sehingga proses hukum berjalan secara transparan dan benar.” tegas Aidil Fitri.
(SB/Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *