SUDUTBERITA.com – Kutai Barat
|Pasca ditutupnya aktivitas penambangan batubara, akhirnya PT Bangun Olah Sarana Sukses (BOSS) Kutai Barat memenuhi tuntutan warga Kampung Dasaq, Kecamatan Muara Pahu. Perusahaan membayar ganti rugi kepada para pemilik lahan yang sudah lama tertunda.

Seperti yang telah diberitakan oleh media ini sebelumnya, bahwa warga Kampung Dasaq sebagai pemilik lahan menutup total aktivitas tambang PT BOSS. Karena sudah lama belum lunas diganti rugi lahan miliknya.

Difasilitasi oleh Kapolres Kutai Barat, AKBP Roy Satya Putra SIK MH, dilaksanakan pertemuan dan serah terima ganti rugi lahan di ruang kerja Kapolres Kubar pada Kamis, 24/09/2020. Antara manajemen PT BOSS yang diwakili oleh Yudi SE (Land Compensation) dan pemilik lahan yang diwakili Ketua DPC Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) Kabupaten Kutai Barat, Matias Genting SH (kuasa dari pemilik lahan).

Yudi mengatakan, di tengah kondisi yang sulit keuangan, perusahaan tetap berkomitmen menyelesaikan pembayaran ganti rugi lahan warga. Walaupun kondisi keuangan perusahaan sedang sulit. Karena ada masalah pemblokiran rekening perusahaan, pihak perusahaan tetap berkomitmen untuk menyelesaikan ganti rugi lahan warga.

“Hanya kami minta pengertian warga dan GEPAK (kuasa warga) untuk memberi kelonggaran pembayaran dan mengijinkan kami melakukan kegiatan mengangkut sisa batubara yang ada,” sebut Yudi.

“Hari ini Perusahaan baru bisa bayar Rp200 juta, dan sisanya yang Rp120 juta akan dibayar saat ponton merapat ke Jetty untuk mengangkut sisa batubara yang ada. Supaya perusahaan bisa menjualnya. Sehingga perusahaan bisa membayar gaji karyawan yang juga belum terbayar,” lanjutnya.

Adapun warga pemilik lahan yang menerima pembayaran ada tujuh orang yaitu; 1. Yosef A. Inaman luas lahan 2,7 ha, dibayar dengan nominal 50 juta rupiah. Sisa belum dibayar Rp.19.150.000,- 2. Jamin luas lahan 3.07 ha, dibayar 60 juta rupiah. Sisa belum dibayar Rp.19.514.000,- 3. Pujiansyah 1,29 ha, dibayar 30 juta rupiah. Sisa belum dibayar Rp.9.365.000,- 4. Pandu, 17 ha, penulasan dibayar 30 juta rupiah. 5. Selomo 1,1 ha pelunasan dibayar 20 juta rupiah. 6. Ritap Engkuyo, luas 1,3 ha pelunasan 5 juta rupiah. 7. Melky Malis luas lahan 7.3 ha, pelunasan 5 juta rupiah.

Yudi juga menyebut perusahaan dalam waktu dekat juga masih sulit untuk mengadakan kegiatan penambangan karena kondisi yang ada. Sementara itu, Matias Genting yang menjadi kuasa warga menyampaikan, pihaknya menyetujui permintaan perusahaan.

“Karena sudah lama warga menunggu haknya, dan kondisi kesulitan yang sedang dihadapi pihak perusahaan. Maka permintaan perusahaan kami setujui untuk membayar sebagian. Sisanya segera dibayar saat ponton merapat di Jetty,” ujarnya.

“Tentunya ini tidak akan memakan waktu yang lama, sehingga warga bisa mendapatkan seluruh haknya,” imbuh Matias. Secara terpisah, Alsiyus salah seorang Direktur PT BOSS menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pembayaran terhadap lahan warga.

“Mewakili perusahaan, saya memohon maaf atas keterlambatan pembayaran ganti rugi lahan warga. Ini bukan satu kesengajaan, tetapi memang kondisi keuangan perusahaan yang sedang sulit. Karena pemblokiran rekening perusahaan,” sebut Alsiyus melalui sambungan seluler.

“Saya juga berterima kasih kepada Bapak Kapolres Kutai Barat yang telah memfasilitasi dalam pertemuan-pertemuan dengan pihak warga. Sehingga bisa berjalan dan selesai dengan baik. Juga saya sangat berterimakasih dan menghargai usaha kawan-kawan dari GEPAK, POKDAR Kamtibmas Bhayangkara dan LBH yang telah mendampingi dan membantu dalam penyelesaian masalah yang ada,” kata Alsiyus.

Mengakhiri teleponnya, Alsiyus berharap kondisi sulit segera berlalu. Sehingga perusahaan bisa beraktivitas lagi secara normal. “Semoga Covid-19 yang dihadapi semua pihak segera berlalu, dan masalah yang dihadapi PT BOSS cepat selesai. Sehingga segera bisa beroperasi kembali dalam penambangan. Sehingga ada dampak positif juga untuk masyarakat sekitarnya,” pungkasnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Kapolres Kutai Barat AKBP Roy Satya Putra, Kasat Reskrim IPTU Iswanto, Kapolsek Muara Pahu AKP Jumali. Yudi mewakili PT BOSS, Matias Genting Ketua Gepak dan Pokdar Kamtibmas Kubar, Sarjodi dari LBH A. Jhonson Daud dan rekan, Paulus S Buditomo Wakil Ketua Pokdar dan Yafet wakil dari warga. (Heru F Manurung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *