Sudutberita.com, Madina (SUMUT) – Proyek pembangunan jalan usaha tani Yang Bersumber Dari Dana Desa di Desa Huta lombang kecamatan puncak Sorik Marapi dilaksanakan di dua tempat di daearah yang sama yaitu pembangunan jalan usaha tani di saba nagargar, diduga keras ada yang di fiktifkan kepala desa Huta lombang dengan nilai anggaran Rp 139 lebih ,dan satu lokasi lagi dengan Dana Rp 212 juta lebih.

Dalam hal adanya dugaan pembangunan jalan usaha tani yang fiktif di desa Huta lombang yang lokasinya di saba nagargar sesuai APBD desa Huta lombang tahun 2019,di dalam buku APBD desa Huta lombang di jelaskan bahwa Sanya pembangunan jalan usaha tani di saba nagargar terdapat dua titik satu titik dengan Dana lebih kurang Rp 139 juta dan satu lagi Rp 212 lebih.

Dalam hal adanya dugaan proyek jalan usaha tani di saba nagargar desa Huta lombang kecamatan Puncak Sorik Marapi Top Sumut melaksanakan ke saba nagargar pada tanggal 18 Januari 2019 ,hasil investigasi Top Sumut menemukan satu proyek pembangunan jalan usaha tani dengan dana Rp 212 juta lebih ,kalau poroyek pembangunan jalan usaha tani dengan dana Rp 139juta tidak di temukan.

Hal tidak di temukan ya proyek jalan usaha tani dengan dana Rp 139 juta di saba nagargar TIM TOP Sumut mengkonfirmasi salah satu warga yang sedang bekerja di lahannya,dimana lokasi dimana lokasi pembangunan jalan usaha tani yang di bangun tahun 2019 .warga desa Huta lombang yang tidak mau di sebutkan namanya, menjelaskan pada tim Sudut Berita, sepanjang sepengetahuan saya bahwa pembangunan jalan usaha tani atau rabat beton hanya satu di daerah Saba nagargar ini yang di ujung sawah katanya, mungkin seluruh warga desa Huta lombang ini yang tau hanya satu pembangunan jalan rabat beton di saba nagargar ini,kata war tersebut dengan nada melemas akibat kesalnya tidak jelasnya penggunaan dana desa di desa Huta lombang ini kata warga.

Dalam hal ini Tim Sudutberita.commencoba mengkonfirmasi Kepala desa Huta lombang baik di Kantornya atau di rumahnya tidak berada di desa Huta lombang.

Henri Husein Nasution Ketua DPD JPKP kab Mandailing Natal salah satu Tim Sudutberita.com melaksanakan Investigasi Dana Desa di Kecamatan Puncak Sorik Marapi .Henri memberikan komentar pada sudutberita.com .kalau proyek jalan usaha tani tidak di laksanakan oleh TPK proyek pembangunan jalan usaha tani di saba nagargar desa Huta lombang dengan dana Rp 139 juta lebih, maupun kepala desa Huta lombang tidak melaksanakannya, kita dari JPKP Kab Mandailing Natal segara akan melaporkan ini kepada penegak hukum yang ada di Kab.Mandailing Natal,mulai dari kegitatan pemberdayaan sampai pada pembangunan fisik.

Ditambah kan Henri lagi TPK dan Kepala Desa Huta lombang sudah layak di laporkan kepada pihak yang berwajib sebab pekerjaan proyek yang ia laksanakan di Saba nagargar dengan dana Rp 212 juta lebih di duga keras tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun bestek proyek ini kata Henri .kita bicara dengan pakta di lapangan dan sesuai dengan RAB yang kita pegang.

Jadi kalau permasalahan Desa Huta lombang ini bukan main main lagi ini harus kita laporkan agar ada contoh bagi kepala kepala Desa yang berani bermain main dengan uang rakyat kata Henri mengahiri pembicaraan .(MRB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *